Minim Layanan Internet, Amich Alhumami; Sebut Ada 12.548 Desa & Kelurahan Terkendala Pendidikan

Minim Layanan Internet, Amich Alhumami; Sebut Ada 12.548 Desa & Kelurahan Terkendala Pendidikan

- in Pendidikan
118
0

Jakarta, Visioner.id – Bidang Pendidikan dan Riset, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa (PB HMI) menggelar webinar Pendidikan nasional ditengah pandemic covid 19 bertema “Mengupas Kebijakan dan Tantangan Pendidikan Ditengah Pandemi Covid 19” pada Senin 23 Agustus 2021.

Webinar Pendidikan nasional oleh Bidang Pendidikan dan riset PB HMI periode 2021-2023 menghadirkan dua pembicara unsur pemerintah yaitu bapak Ferdiansyah, SE., MM selaku anggota komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, dan Amich Alhumami, Ph. D Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan BAPPENAS RI, serta Ketua Umum PB HMI, Raihan Ariatama sebagai keynote Speech, diskusi dipandu langsung oleh Sekretaris bidang Pendidikan dan riset PB HMI sekaligus Founder Taman Belajar Pelangi Nusantara, Miftahul Arifin.

Ketua Bidang Pendidikan dan Riset PB HMI, Hasan Basri Baso dalam sambutannya mengatakan bahwa diadakannya kegiatan webinar ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pemerintah dalam menangani masalah Pendidikan ditengah pandemic covid 19, dengan demikian kita semua bisa tahu persoalan Pendidikan kita selama masa pandemic covid 19.

Selain itu, Hasan Basri Baso juga berharap dengan kegiatan ini pihaknya dapat memberikan rekomendasi tentang penyelesaian masalah yang terjadi di dunia Pendidikan selama pandemic.

“Saya berharap hasil diskusi ini dapat menjadi bahan rekomendasi nantinya kepada kemendikbud, Kemenag atau pihak terkait. Bagaimana strategi pembelajaran yang tepat untuk diterapkan ? khususnya di daerah 3T,” ujarnya.

Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan BAPPENAS RI, Amich Alhumami, Ph. D, mengungkapkan masalah krusial Pendidikan nasional di Indonesia sejak tahun 2010 yaitu adanya kesenjangan akses anak sekolah ke internet antarwilayah hingga akhir tahun 2020, terdapat setidaknya 12.548 desa/kelurahan di Indonesia tercatat belum memiliki layanan seluler 4G ini menjadi salah satu penyebab siswa/mahasiswa terkendala kegiatan belajar mengajar selama belajar dari rumah (BDR).

“Dengan demikian ancaman putus sekolah, menurunya hasil belajar atau learning loss serta adanya kesenjangan kualitas, munculnya tindakan kekerasan selama pembelaran berlangsung, adanya rasa cemas, setres, dan depresi oleh siswa saat belajar dari rumah (BDR),” ujar Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas RI, Amich Alhumami, Ph. D.

Lebih lanjut Amich, menyebut bahwa perlu adanya strategi dan kebijakan yang tepat antaranya Peningkatan koordinasi dengan pemangku kebijakan lain dalam menyelesaian tantangan penyediaan layanan Pendidikan jarak jauh tidak yang hanya dilakukan oleh kemendikbud atau kemenag saja.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota komisi X DPR RI, Ferdiansyah juga mengatakan bahwa DPR telah mengkaji persoalan-persoalan Pendidikan selama masa pandemic covid 19, dan telah mengeluarkan rekomendasi kepada Kemendikbud untuk ditindak lanjuti.

“DPR telah mengeluarkan rekomendasi tentang perlunya pemerataan infrastruktur Pendidikan khususnya akses internet yang dapat menunjang berlangsung aktivitas belajar mengajar selama pembelajaran daring,” imbuh Ferdiansyah.

“Pemerintah perlu merespond cepat permasalahan yang ada dengan membangun pemerataan infrastruktur untuk Pendidikan kita khususnya akses internet,” tutup Ferdiansyah.

Facebook Comments