Media massa baru-baru ini diramaikan dengan ditemukannya Angeline, bocah yang diberitakan hilang di Sanur, Bali, dalam keadaan tidak bernyawa terkubur di bawah tumpukan sampah di pekarangan belakang rumah orang tua angkatnya, Margriet. Suami Margriet yang telah meninggal tiga tahun silam diketahui sangat sayang anak angkatnya itu.
Setelah kabar hilangnya Angeline ramai di Facebook karena disebarkan oleh kakak angkatnya Yvon dengan judul “Find Angeline – Bali’s Missing Child”, Angeline ditemukan tewas justru di lokasi rumahnya sendiri. Tidak perlu waktu cukup lama, polisi berhasil menangkap dan menahan tersangka pembunuh gadis malang itu. Ia adalah Agus. Agus merupakan mantan pembantu rumah tangga di tempat tinggal Angeline. Namun, pria itu dipecat seminggu setelah Angeline tewas. Ia dianggap Margriet tidak becus mengurus rumah.
Angeline Ditemukan Tewas
“Agus dimarahi dan diusir oleh Margriete karena saat kunjungan (oleh Komnas PA), rumah dalam keadaan kotor,” Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Made Sudana kemarin, Rabu (10/6). Ketika jenazah Angeline ditemukan, kemarin, polisi langsung mengamankan dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang diduga memiliki keterangan tentang kasus ini, di antaranya sang Ibu dan kakak angkat, kemudian ada dua penyewa kos di rumah tersebut.
“Ibu angkatnya diamankan saat di supermarket. Pada saat itu memang dia tidak ada di rumah. Kita lakukan pelacakan dia sedang belanja di sana,” Kabid Humas Polda Bali Kombes Heri Wiyanto. Polisi mengatakan, Ibunya memang tidak ditemui di rumah, tapi dilakukan pelacakan dan dijemput ke pasar ketika sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pada saat itu Ibunya belum tahu Angeline ditemukan tewas.
Sebenarnya polisi sudah dua kali memeriksa rumah Margriet, namun tidak ada hasil. Pada saat pemeriksaan ketiga, polisi curiga dengan gundukan yang mirip bekas galian di dekat kandang ayam dan di bawah tumpukan sampah di rumah itu. Setelah digali, Angeline ditemukan tewas dalam keadaan sedang memeluk boneka.
Tersangka pembunuhan hingga saat ini masih satu orang, yaitu Agus. Agus mengakui membunuh Angeline, dan sempat memperkosanya. Menurut pemeriksaan, organ seksual gadis cilik ini telah rusak. “Setelah membunuh, di kamar, Agus juga sempat melakukan tindakan tak senonoh kepada korban,” kata Agung Made Sudana. Tersangka sendiri mengaku majikannya tidak tahu menahu tentang perbuatannya pada Angeline.
Agung Made juga menambahkan bahwa Agus membunuh dengan cara membenturkan kepala korban ke lantai, kemudian baru menguburnya. Kasus ini sempat menarik perhatian dua menteri Kabinet Kerja untuk berkunjung ke rumah itu, namun Margriet tidak memberikan izin sang menteri untuk masuk.


