Pada Senin, (8/6/2015) bertempat di kediaman Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II partai Golkar, Saiful Bahri Ruray (SBR) menjumpai sejumlah tokoh masyarakat Halmahera Selatan (Halsel) dan sejumlah kader partai Golkar. Dalam silaturahmi tersebut, SBR menyampaikan Bacan pernah menjadi pusat ekonomi dunia Di abad 19,
Wakil rakyat perwakilan Maluku Utara yang terpilih dari Partai Golkar ini mengatakan, dulu Bacan dikunjungi oleh berbagai bangsa-bangsa cina, portugis, spanyol, dan belanda, dimana bacan pernah menjadi pusat perdagangan zaman itu.
“Di era kolonial Bacan mendirikan maskapai perdagangan maskapai perdagangan Batjan Archipel Maatschappij, (BAM) oleh Mr. M.E.F. Elout pada 8 juni 1880 setelah pendapat izin konsesi Dari Sultan Oesman Sadik, yang mengekspor sejumlah hasil perkebunan. empat jenis kopi yang menembus pasar eropa yaitu, arabica, excelsa, robusta Dan Liberia. Selain itu, meBacan juga memiliki mata uang sendiri di zaman itu” Tutur Politisi Partai berlambang beringin
Menurut SBR, kejayaan masa lalu harus di hadir kan di masa sekarang sebagai energi untuk mendesain masa depan, “Selain memiliki masa lalu yang besar, Bacan juga memiliki potensi melimpah baik perikanan maupun batu batuan yang kini menjadi primadona para pecinta batu mulia,” Imbuhnya.
Baginya, prospek Halmahera selatan menjadi daerah maju dalam aspek ekonomi terbuka lebar. Dan sejarah bacan sudah membuktikan itu pada abad 19. “Asalkan di kelolah dengan baik dan benar,” Katanya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, memori kolektif harus ditumbuhkan menjadi energi pembangunan di masa sekarang dan akan datang. “Maka nya semua element masyarakat harus bergandengan tangan,” Cetusnya
Sebelum menemui para konstituen, SBR juga hadir sebagai pembicara seminar nasional sejarah kesultanan Bacan bersama Prof. Anhar Gonggong dan Prof. Susanto Yudhi dari UI yang di selengarakan oleh pihak kesultanan bacan di aula serba guna labuha.
Baca: Saiful Bahri Ruray: Pulau Pulau Kecil Harus Jadi Prioritas Pembangunan


