Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Ternyata Burung Merupakan Hewan Yang Survive Sejak Kecil

by Redaksi
Juli 6, 2015
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
burung ternyata hewan yang survive sejak kecil
0
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak dari kita berpikir bahwa bayi burung tumbuh dalam keluarga yang tetap bersama-sama dan bermigrasi ke selatan bersama-sama. Ada beberapa jenis burung yang tinggal bersama-sama setelah musim bersarang, tetapi hal tersebut sangat jarang.

Para peneliti dari Jurnal Nature telah mengamati spesies Pandion haliaetus, atau Elang pemakan ikan di teluk Chesapeake tumbuh dewasa selama berminggu-minggu. Kebanyakan burung muda benar-benar mandiri segera setelah mereka meninggalkan sarang. Bahkan, di banyak keluarga burung, orang tua bermigrasi ke selatan jauh sebelum anak-anak mereka melakukannya.

Contoh terbaik dari hal ini adalah keluarga spesies Kolibri. Betina merawat anaknya sampai mereka keluar dari sarang dan mampu mencari makan sendiri. Beberapa minggu kemudian, dia menghilang. Anak-anaknya ditinggalkan sendirian agar menggemukkan badan untuk penerbangan panjang saat migrasi mereka ke tempat di daerah tropis yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Mereka berlama-lama di tempat makan natal selama beberapa minggu lagi, menghisap sebanyak mungkin nektar, air gula dan serangga kecil sebelum menuju ke selatan.

Bagaimana mereka mendapat makanan?

Bagaimana mereka tahu kapan harus pergi, ke mana harus pergi, bagaimana menuju ke sana dan kapan mereka tiba? Ada banyak teori, tapi tidak ada yang benar-benar tahu pasti. Di sinilah letak salah satu misteri besar alam.

Hal yang sama berlaku di kalangan bebek, burung warbler, burung vireo, burung flycatcher dan burung thrush remaja. Mereka semua ditinggalkan oleh orang tua mereka dan dibiarkan untuk menemukan jalan menuju ke beberapa tempat di Selatan di mana ada makanan dan habitat.

Penduduk tetap seperti chickadees, nuthatches, kutilang, dan burung pelatuk remaja jauh lebih baik. Meskipun orang tua mereka tidak lagi peduli pada mereka, setidaknya mereka masih dalam lingkungan yang akrab.

Beberapa minggu ke depan adalah momen sesungguhnya bagi elang pemakan ikan di teluk Chesapeake untuk benar-benar belajar mendapatkan ikan sendiri. Menurut beberapa ahli, ketidakmampuan memancing ikan adalah salah satu penyebab terbesar kematian untuk elang pemakan ikan muda. (Muhamad Rizky Pradila / AP)

Previous Post

Oalah, Batu Bata Tembok Cina Dicuri Jadi Bahan Bangunan

Next Post

Ini Yang Terjadi Ketika Pemuda Desa Tak Ingin Bertani Lagi

Related Posts

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter
Peristiwa

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter

April 6, 2026
Daerah

BPBD DKI Laporkan 5 RT Terendam Banjir Rob di Kepulauan Seribu

Januari 4, 2026
Daerah

Gubernur ajak warga jaga kerukunan beragama ciptakan Papua harmonis

Januari 4, 2026
Peristiwa

Minggu, BMKG: Cuaca berawan hingga hujan terjadi di mayoritas RI

Januari 4, 2026
Peristiwa

Program Servis Motor Gratis Polri untuk Korban Banjir Sumatra Tuai Apresiasi dari Masyarakat

Desember 30, 2025

TERKINI

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

TERPOPULER

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved