Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Ternyata Burung Merupakan Hewan Yang Survive Sejak Kecil

by Redaksi
Juli 6, 2015
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
burung ternyata hewan yang survive sejak kecil

Banyak dari kita berpikir bahwa bayi burung tumbuh dalam keluarga yang tetap bersama-sama dan bermigrasi ke selatan bersama-sama. Ada beberapa jenis burung yang tinggal bersama-sama setelah musim bersarang, tetapi hal tersebut sangat jarang.

Para peneliti dari Jurnal Nature telah mengamati spesies Pandion haliaetus, atau Elang pemakan ikan di teluk Chesapeake tumbuh dewasa selama berminggu-minggu. Kebanyakan burung muda benar-benar mandiri segera setelah mereka meninggalkan sarang. Bahkan, di banyak keluarga burung, orang tua bermigrasi ke selatan jauh sebelum anak-anak mereka melakukannya.

Contoh terbaik dari hal ini adalah keluarga spesies Kolibri. Betina merawat anaknya sampai mereka keluar dari sarang dan mampu mencari makan sendiri. Beberapa minggu kemudian, dia menghilang. Anak-anaknya ditinggalkan sendirian agar menggemukkan badan untuk penerbangan panjang saat migrasi mereka ke tempat di daerah tropis yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Mereka berlama-lama di tempat makan natal selama beberapa minggu lagi, menghisap sebanyak mungkin nektar, air gula dan serangga kecil sebelum menuju ke selatan.

Bagaimana mereka mendapat makanan?

Bagaimana mereka tahu kapan harus pergi, ke mana harus pergi, bagaimana menuju ke sana dan kapan mereka tiba? Ada banyak teori, tapi tidak ada yang benar-benar tahu pasti. Di sinilah letak salah satu misteri besar alam.

Hal yang sama berlaku di kalangan bebek, burung warbler, burung vireo, burung flycatcher dan burung thrush remaja. Mereka semua ditinggalkan oleh orang tua mereka dan dibiarkan untuk menemukan jalan menuju ke beberapa tempat di Selatan di mana ada makanan dan habitat.

Penduduk tetap seperti chickadees, nuthatches, kutilang, dan burung pelatuk remaja jauh lebih baik. Meskipun orang tua mereka tidak lagi peduli pada mereka, setidaknya mereka masih dalam lingkungan yang akrab.

Beberapa minggu ke depan adalah momen sesungguhnya bagi elang pemakan ikan di teluk Chesapeake untuk benar-benar belajar mendapatkan ikan sendiri. Menurut beberapa ahli, ketidakmampuan memancing ikan adalah salah satu penyebab terbesar kematian untuk elang pemakan ikan muda. (Muhamad Rizky Pradila / AP)

Previous Post

Oalah, Batu Bata Tembok Cina Dicuri Jadi Bahan Bangunan

Next Post

Ini Yang Terjadi Ketika Pemuda Desa Tak Ingin Bertani Lagi

Related Posts

Peristiwa

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Agustus 21, 2026
Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk
Peristiwa

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Agustus 21, 2026
Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir
Daerah

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Agustus 19, 2026
Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan
Daerah

Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan

Agustus 19, 2026
Mahasiswa Kepung HI Sehari Setelah 17 Agustus: “Kemerdekaan Macam Ini?”
Peristiwa

Mahasiswa Kepung HI Sehari Setelah 17 Agustus: “Kemerdekaan Macam Ini?”

Agustus 18, 2026
Momen Kebersamaan Pasca Upacara HUT Ke-81 RI di Gedung BRP
Peristiwa

Momen Kebersamaan Pasca Upacara HUT Ke-81 RI di Gedung BRP

Agustus 17, 2026

TERKINI

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

TERPOPULER

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Bencana Nasional, Sebut “Setengah Neraka”

Motor Listrik Nasional: Syarat, Insentif, hingga Perusahaan Terlibat

KAI Bangun 3.784 Hunian di Manggarai, Selesai 18 Bulan

Titik Panas di Kalimantan Kembali Naik, Kualitas Udara Buruk

Bantah OTT Bogor, KPK Terbitkan Sprindik Umum Tanpa Tersangka: “Tidak Ada Intervensi!”

Kasus Unsoed, KPK Beri Sinyal Periksa Potensi Korupsi di Fakultas Lain

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved