
JAKARTA, 25 Agustus 2025 — Langkah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan program “Jaga Jakarta” disambut luas sebagai terobosan baru dalam menjaga keamanan ibu kota. Empat pilar yang diusung—jaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan jaga amanah—menjadi penanda arah kepemimpinan yang tegas, visioner, dan dekat dengan rakyat.
Program ini tidak lahir dari ruang kosong. Kompleksitas Jakarta, dengan kepadatan penduduk, mobilitas tinggi, serta dinamika sosial-ekonomi yang kerap memicu gesekan, membutuhkan pola kerja kepolisian yang presisi. Kehadiran “Jaga Jakarta” memberi jawaban bahwa Polda Metro Jaya tidak sekadar reaktif menghadapi masalah, tetapi proaktif membangun keamanan yang berkelanjutan.
Di mata publik, sosok Kapolda Asep muncul sebagai figur pemimpin yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mengedepankan kedekatan dengan masyarakat. Peluncuran “Jaga Jakarta” menjadi cermin dari gaya kepemimpinan itu: sederhana, langsung, tetapi sarat makna. Dengan empat pilar yang ditetapkan, arah kerja kepolisian kini lebih jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan warga.
Apresiasi datang dari berbagai kalangan, termasuk jaringan aktivis sipil. Romadhon Jasn, Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), menyebut program ini sebagai langkah monumental. “Kapolda Asep meneguhkan kembali bahwa keamanan adalah hak publik yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Program ‘Jaga Jakarta’ bukan sekadar slogan, tetapi fondasi kerja baru yang menyentuh langsung kehidupan warga,” ujar Romadhon.
JAN menilai pilar jaga lingkungan dan jaga warga akan berpengaruh besar dalam menciptakan rasa aman di ruang publik, dari permukiman padat hingga pusat aktivitas ekonomi. Sementara itu, pilar jaga aturan dan jaga amanah dinilai krusial untuk memastikan profesionalisme internal kepolisian tetap terjaga.
Romadhon menegaskan, kehadiran program ini memperlihatkan kualitas kepemimpinan Kapolda Asep yang mampu merajut kebersamaan antara polisi, pemerintah daerah, dan komunitas warga. “Beliau tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membangun rasa percaya. Itu sangat penting di Jakarta yang begitu majemuk,” tambahnya.
Publik pun menilai program ini sebagai momentum baru untuk mengembalikan kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis partisipasi masyarakat, “Jaga Jakarta” diyakini mampu menjawab tantangan keamanan di ibu kota, sekaligus memperkuat kontrak sosial antara aparat dan warga.
Dalam berbagai kesempatan, Kapolda Asep sendiri menekankan pentingnya sinergi. Ia menyebut keamanan Jakarta bukan hanya tugas polisi, tetapi juga kontrak bersama warga. Pesan itu kini menjadi energi baru yang menyatukan harapan: menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih aman, tertib, dan manusiawi.
Peluncuran “Jaga Jakarta” menunjukkan satu hal: kepemimpinan yang berpihak pada warga akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Kapolda Asep Edi Suheri berhasil menegaskan bahwa polisi yang visioner adalah polisi yang hadir, mendengar, dan menjaga.





