Jakarta,IndonesiaVisioner – Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara terkait masalah transportasi online yang keberadaannya menuai protes keras dari penyedia jasa transportasi konvensional. JK menilai, semua penyedia jasa transportasi baik yang berbasis online maupun konvensional harus mendaftarkan diri sebagai angkutan resmi.
“Semua angkutan umum harus mendaftar, silakan mendaftar, simpel sebenarnya. Memang konsekuensinya semua harus mendaftar termasuk ojek pangkalan juga harus mendaftar, harus dites juga. Jadi bagus juga untuk keamanan,” ujar JK di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (15/3/2016).
Namun menurut JK, aplikasi online yang dimanfaatkan dalam sistem transportasi tidak bisa dipermasalahkan. Sebab perkembangan teknologi yang diaplikasikan dalam sistem transportasi tentu sangat berguna untuk mempermudah pengguna angkutan.
“Apakah kita bisa tahan teknologi? Kan tidak ada orang, masyarakat yang bisa menahan teknologi. Teknologi untuk berikan efisiensi, ya kan? dan jangan lupa ini bukan saja soal angkutan. Anda mau makan apa? Martabak juga bisa danĀ dengan banyaknya sistem itu lalu lintas di Jakarta ini lebih rapi sebenarnya. Tidak banyak orang berkeliaran karena adanya sistem-sistem itu yang efisien itu,” tuturnya.
Selain itu JK juga berharap pihak terkait seperti Pemprov DKI dan Dinas Perhubungan melakukan pendataan soal jumlah angkutan umum yang ada dengan jumlah penggunanya setiap hari. Pendataan penting dilakukan agar jumlah angkutan yang tersedia tidak melebihi jumlah pengguna sehingga bisa memicu persoalan antara masing-masing angkutan.
“Persoalannya ialah sebenarnya dengan timbulnya dua sistem ini tiba-tiba angkutan umum di Jakarta over. Itulah yang menyebabkan salah satu pihak kekurangan penumpang. Karena itulah menurut saya, perlu dibatasi jumlah angkutan umum beserta sistemnya. DKI harus punya perencanaan dulu berapa, sehingga jangan semua seenaknya bertambah sehingga menimbulkan masalah juga,” pungkas JK.(FWH/Vis)

