Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Nasib Suku Bajoe di Pulau Kera.

by Aulia Rachman Siregar
Maret 21, 2016
in Opini
Reading Time: 2min read
Nasib Suku Bajoe di Pulau Kera.
0
SHARES
273
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Konon kabarnya kisah mereka berawal dari diusirnya masyarakat suku Semang dari negeri lumbung padi Filipina. Alasan terusir mereka tentang perbedaan kepercayaan diantara masyarakat Filipina, suku semang yang percaya terhadap kekuatan penghuni laut bernama  Mojanggo dan Mojungga, wujud dari kepercayaan tersebut dilakukan dengan melakukan ritual untuk memberi sesembahan melalui upacara adat yang cukup besar. Kepercayaan turun-temurun ini ternyata bersebrangan dengan apa yang diyakini mayoritas masyarakat Filipina.

Singkat cerita suku semang-pun diusir, berlayarlah mereka ke Malaysia dan menetap di Johor dengan merubah nama sukunya menjadi “Bajai”. Tempat baru ini ternyata tidak juga memberikan ruang bagi kepercayaan mereka yang dibawa dari Filipina,  suku bijai-pun kembali terusir dan eksodus ke Negeri Indonesia dan   menetap di Sulawesi dan merubah lagi nama sukunya menjadi “Bajoe”.

Di Sulawesi, kepercayaan terhadap  kekuatan laut mulai terkikis dan berakulturasi dengan kebudayaan dan agama mayoritas. Setelah cukup lama menetap, pecahlah perang Tambora yaitu antara Kesultanan Bone dengan masyarakat suku Bajoe, sebahagian masyarakat Bajo yang merasa tidak nyaman lagi menetap di Sulawesi pun menyebar ke hampir seluruh pelosok Negeri.

NTT sebagai bahagian dari bumi Nusantara pun tidak luput dari tujuan pelayaran masyarakat suku bajo, terbukti dengan adanya beberapa perkampungan masyarakat suku bajo di beberapa kabupaten di NTT, beberapa di antaranya yakni Manggarai Barat, Kabupaten Alor, Kabupaten Sika, termasuk Kabupaten Kupang lebih tepatnya disebuah pulau mungil yang berhadapan langsung dengan Ibu kota Provinsi NTT yaitu pulau kera.

Tepatnya pada tahun 1912 M sampai saat ini. Orang pertama yang pindah ke pulau kera bernama Bapak Maliang dari suku bajo dan Bapak Raituang dari Manggarai, barulah pada tahun-tahu berikutnya mulai berdatangan masyarakat suku bajo yang menetap di Fatubesi dan daerah lain di NTT.

104 tahun lamanya, sama umurnya dengan organisasi perserikatan Muhammdia. Dari jaman VOC (Belanda), Romusa (Jepang) dan era kemerdekaan Republik Indonesia masyarakat pulau kera tetap hidup dalam keterasingan. Tanpa pendidikan, tanpa fasilitas kesehatan, tanpa air bersih, tanpa listrik, raskin, BLT, Jamkesmas, Jamkesda, kartu pintar, kartu sehat, KTP, buku nikah, akta lahir dan hampir semua yang berurusan dengan negara tidak pernah mereka rasakan.

Dari data yang saya ambil tahun 2014, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dan menetap di pulau kera sebanyak 107 KK, dan jumlah jiwa sekitar 400-an (masih dalam proses pemutakhiran), secara geografis pulau kera masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Kupang, tapi sayang, sejak pemerintahan Kabupaten Kupang terbentuk pada tahun 1958, baru pada bulan April 2014 dibentuk 2 RT  dan 1 RW, lucunya belum ada kejelasan Desa dan Kecamatan mana yang menjadi “organisasi” hirarkisnya, hal ini mengakibatkan masyarakat pulau kera mengalami kesulitan dalam mengurusi Segala keperluan soal identitas dan lain-lian, parahnya lagi disetiap momentum pemilihan umum ada TPS disana.

Saat ini masyarakat pulau kera mau diusir tanpa kejelasan tempat relokasi, alasannya dianggap penduduk ilegal. Tempat mereka mau dibangun hotel dan tempat pariwisata. Semoga ada jalan untuk menyelesaikan persoalan mereka.

Catatan:

– Kisah di atas saya dapatkan saat wawancara dengan Pak Arsyad, tokoh masyarakat suku bajoe di pulau kera. mohon maaf bila ada kesalahan alur cerita dan lain-lain

– Foto saya bersama generasi pewaris pulau kera, diambil didepan satu-satunya TPA yang dimiliki penduduk pulau Kera. Tapi sayang, 2015 kemarin sudah hancur diterjang hujan angin.

Ditulis oleh : Oumo Abdul Syukur

 

 

 

 

 

Previous Post

FENOMENA ANAK NEGRI, AWAM SIMBOLIK MINIM ESENSI

Next Post

Romadhon : Baiknya buat SKB dua mentri atas keberadaan taksi online

Related Posts

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi
Opini

Pondasi Sistem Logistik Nasional: Refleksi Pengabdian dan Estetika Konstitusi

April 26, 2026
BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Artikel

Audit Triliunan dan Rapuhnya Negara: Mengapa Kebocoran Fiskal Terus Berulang?

April 23, 2026
Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

TERPOPULER

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved