LONDON, INDONESIA VISIONER – Bertandang ke Liberty Stadium, Chelsea harus mengakui keunggulan tipis 1-0 milik tuan rumah,Swansea City, dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday 33, Sabtu (9/4) malam WIB
Hasil tersebut membuat langkah Chelsea untuk lolos ke Liga Europa musim depan makin sulit, sekaligus jadi kekalahan perdana mereka di bawah asuhan Guus Hiddink pada EPL musim ini. Untuk Swansea sendiri, kemenangan ini memastikan kiprah mereka di EPL musim depan.
Meski bertindak sebagai tim tamu, Chelsea mampu mendominasi jalannya pertandingan lepas sepakan mula dilakukan. Beberapa kans hadir dalam tempo 10 menit, awal melalui sepakan keras Loftus-Cheek dan Oscar. Sayang kiper Swanswa, Lukasz Fabianski, tampil gemilang untuk menangkisnya.
Seperempat jam berlalu, Swansea mulai bisa keluar dari tekanan. Satu kans emas pun didapat pada menit ke-17 melalui Gylfi Þór Sigurðsson. Namun double shoot kerasnya dari jarak 12 meter masih mampu ditahan Asmir Begovic dan melebar.
Berselang 13 menit, Sigurdsson menebus kegagalannya. Berawal dari umpan Jefferson Montero yang terdefleksi halauan Matt Miazzga, bola muntah langsung disambut Sigudsson dengan tembakan voli mendatar. Gol! The Swans unggul 1-0.
Setelahnya Chelsea mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalan. Sayang beberapa peluang emas dari Alexandre Pato dan Cesc Fabregas yang terbuang percuma, membuat mereka harus turun minum dengan ketertinggalan 1-0.
Paruh kedua benar-benar jadi milik Chelsea. Mereka membombardir habis lini pertahan Swansea lewat berbagai sisi. Manajer Si Angsa yang berkebangsaan Italia, Francesco Guidolin, lantas menerapkan strategi cattenaccio.
Pada menit ke-52 Chelsea sejatinya sanggup menyamakan kedudukan, lewat Alexandre Pato. Sayang wasit pemimpin laga, Andre Marriner, menganulirnya karena menganggap Si Bebek mengontrol bola dengan tangan terlebih dahulu.
Berselang dua menit, Pato kembali beraksi. Menerima umpan manis Pedro Rodriguez, sentuhan mantan AC Milan dengan kaki belakangnya hanya membuat bola meluncur tipis di sisi kiri gawang Swansea.
Memasuki menit ke-72, sang pemain akademi, Loftus-Cheek, nyaris saja membawa Chelsea menyeimbangkan keadaan. Melepaskan sepakan jarak dekat dalam situasi kemelut di kotak penalti Swansea, tendangannya masih tipis melambung di atas mistar kendati Fabianski sudah mati langkah.
Tak ada kans mencetak gol krusial lagi setelahnya, Swansea pun secara luar biasa sukses menjaga keunggulan 1-0 hingga 90 menit usai. (Hdr-VIS)

