Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sidra Tahta Mukhtar : Keterlibatan TNI dalam penggusuran warga harus dievaluasi

by Aulia Rachman Siregar
April 25, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Sidra Tahta Mukhtar : Keterlibatan TNI dalam penggusuran warga harus dievaluasi
0
SHARES
217
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Penggusuran di Jakarta yang melibatkan aparat gabungan termsuk TNI mendapatkan tanggapan dari pengamat Pertahanan Nasional Sidra Tahta Mukhtar. Sidra mengungkapkan, bila TNI dilibatkan dalam operasi penggusuran, berarti TNI sudah disalahgunakan oleh pemerintah daerah, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap rusaknya citra TNI. Sebab, keterlibatan TNI dalam pembongkaran ini melemahkan kemanunggalan TNI rakyat.

“TNI kuat karena memiliki sejarah kedekatan dengan rakyat,dan dukungan rakyat menjadi penentu kuatnya TNI” sambung Sidra di Jakarta, Senin (25/4/2016)

Sidra juga menambahkan, Dimasa depan, TNI perlu berpikir matang sebelum melibatkan diri membantu pemerintah provinsi DKI dalam menghadapi penggusuran,karena penggurusan dalam tingkat tertentu,melanggar HAM dan prinsip kemanusiaan.

“Apalagi masyarakat kecil yang digusur sudah menempati kampung atau atau area yang disebut sebagai area milik negara itu sampai beberapa generasi, jadi sangat tak elok bila digusur, kok saat ini baru dilakukan penggusuran” kata dosen UKI ini.

Penggurusan oleh pemda, tidak temasuk kategori ancaman terhadap kedaulatan negara. Sehingga, TNI mesti secara proporsional menempatkan lembaganya.

“Operasi anti teror saja Polri ngak libatkan TNI, apalagi kalau sekedar penggusuran, saya anggap Polri jauh lebih siap, apalagi Polri punya pasukan pemukul khusus untu konflik berkadar tinggi, yakni Brimob” jelas Sidra

Kalau tiba-tiba TNI dilibatkan, patut dipertanyakan motivasinya, dan pemerintah atau gubernur sudah dapat digolongkan lakukan tindakan represif (power over). Penggunakan instrumen keamanan nasional perlu melihat gradasi ancaman atau gangguannya.

“Penggunaan TNI dapat digunakan jika Polri dan pemda sudah tak sanggup menghadapinya. Bukan kemudian dilibatkan secara bersamaan seperti itu” sesal Senior HMI ini. (MR. Vis)

Previous Post

Sekretaris Jenderal BM PAN : Ahok tak lebih dari penguasa Fasis

Next Post

WALHI: Hentikan permanen reklamasi

Related Posts

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026
Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih
Nasional

Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih

April 11, 2026
Prabowo Curhat Pelaku Korupsi Biayai Gerakan Lawan Pemerintah 
Nasional

Prabowo Curhat Pelaku Korupsi Biayai Gerakan Lawan Pemerintah 

April 11, 2026
Jokowi Telepon MBZ, Tanya Perkiraan Kapan Perang Berakhir
Nasional

Jokowi Telepon MBZ, Tanya Perkiraan Kapan Perang Berakhir

April 6, 2026
Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya
Nasional

Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya

Maret 20, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved