Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sidra Tahta Mukhtar : Keterlibatan TNI dalam penggusuran warga harus dievaluasi

by Aulia Rachman Siregar
April 25, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Sidra Tahta Mukhtar : Keterlibatan TNI dalam penggusuran warga harus dievaluasi
0
SHARES
229
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Penggusuran di Jakarta yang melibatkan aparat gabungan termsuk TNI mendapatkan tanggapan dari pengamat Pertahanan Nasional Sidra Tahta Mukhtar. Sidra mengungkapkan, bila TNI dilibatkan dalam operasi penggusuran, berarti TNI sudah disalahgunakan oleh pemerintah daerah, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap rusaknya citra TNI. Sebab, keterlibatan TNI dalam pembongkaran ini melemahkan kemanunggalan TNI rakyat.

“TNI kuat karena memiliki sejarah kedekatan dengan rakyat,dan dukungan rakyat menjadi penentu kuatnya TNI” sambung Sidra di Jakarta, Senin (25/4/2016)

Sidra juga menambahkan, Dimasa depan, TNI perlu berpikir matang sebelum melibatkan diri membantu pemerintah provinsi DKI dalam menghadapi penggusuran,karena penggurusan dalam tingkat tertentu,melanggar HAM dan prinsip kemanusiaan.

“Apalagi masyarakat kecil yang digusur sudah menempati kampung atau atau area yang disebut sebagai area milik negara itu sampai beberapa generasi, jadi sangat tak elok bila digusur, kok saat ini baru dilakukan penggusuran” kata dosen UKI ini.

Penggurusan oleh pemda, tidak temasuk kategori ancaman terhadap kedaulatan negara. Sehingga, TNI mesti secara proporsional menempatkan lembaganya.

“Operasi anti teror saja Polri ngak libatkan TNI, apalagi kalau sekedar penggusuran, saya anggap Polri jauh lebih siap, apalagi Polri punya pasukan pemukul khusus untu konflik berkadar tinggi, yakni Brimob” jelas Sidra

Kalau tiba-tiba TNI dilibatkan, patut dipertanyakan motivasinya, dan pemerintah atau gubernur sudah dapat digolongkan lakukan tindakan represif (power over). Penggunakan instrumen keamanan nasional perlu melihat gradasi ancaman atau gangguannya.

“Penggunaan TNI dapat digunakan jika Polri dan pemda sudah tak sanggup menghadapinya. Bukan kemudian dilibatkan secara bersamaan seperti itu” sesal Senior HMI ini. (MR. Vis)

Previous Post

Sekretaris Jenderal BM PAN : Ahok tak lebih dari penguasa Fasis

Next Post

WALHI: Hentikan permanen reklamasi

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved