Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Sidra Tahta Mukhtar : Keterlibatan TNI dalam penggusuran warga harus dievaluasi

by Aulia Rachman Siregar
April 25, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Sidra Tahta Mukhtar : Keterlibatan TNI dalam penggusuran warga harus dievaluasi
0
SHARES
237
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Penggusuran di Jakarta yang melibatkan aparat gabungan termsuk TNI mendapatkan tanggapan dari pengamat Pertahanan Nasional Sidra Tahta Mukhtar. Sidra mengungkapkan, bila TNI dilibatkan dalam operasi penggusuran, berarti TNI sudah disalahgunakan oleh pemerintah daerah, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap rusaknya citra TNI. Sebab, keterlibatan TNI dalam pembongkaran ini melemahkan kemanunggalan TNI rakyat.

“TNI kuat karena memiliki sejarah kedekatan dengan rakyat,dan dukungan rakyat menjadi penentu kuatnya TNI” sambung Sidra di Jakarta, Senin (25/4/2016)

Sidra juga menambahkan, Dimasa depan, TNI perlu berpikir matang sebelum melibatkan diri membantu pemerintah provinsi DKI dalam menghadapi penggusuran,karena penggurusan dalam tingkat tertentu,melanggar HAM dan prinsip kemanusiaan.

“Apalagi masyarakat kecil yang digusur sudah menempati kampung atau atau area yang disebut sebagai area milik negara itu sampai beberapa generasi, jadi sangat tak elok bila digusur, kok saat ini baru dilakukan penggusuran” kata dosen UKI ini.

Penggurusan oleh pemda, tidak temasuk kategori ancaman terhadap kedaulatan negara. Sehingga, TNI mesti secara proporsional menempatkan lembaganya.

“Operasi anti teror saja Polri ngak libatkan TNI, apalagi kalau sekedar penggusuran, saya anggap Polri jauh lebih siap, apalagi Polri punya pasukan pemukul khusus untu konflik berkadar tinggi, yakni Brimob” jelas Sidra

Kalau tiba-tiba TNI dilibatkan, patut dipertanyakan motivasinya, dan pemerintah atau gubernur sudah dapat digolongkan lakukan tindakan represif (power over). Penggunakan instrumen keamanan nasional perlu melihat gradasi ancaman atau gangguannya.

“Penggunaan TNI dapat digunakan jika Polri dan pemda sudah tak sanggup menghadapinya. Bukan kemudian dilibatkan secara bersamaan seperti itu” sesal Senior HMI ini. (MR. Vis)

Previous Post

Sekretaris Jenderal BM PAN : Ahok tak lebih dari penguasa Fasis

Next Post

WALHI: Hentikan permanen reklamasi

Related Posts

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang
Nasional

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Juli 22, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Juli 18, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

Juli 15, 2026
Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi
Nasional

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

Juli 7, 2026
JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat
Nasional

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Juli 7, 2026
Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital
Nasional

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Jaga Jakarta Diuji di Matraman, JAN: “Kita Jaga Kota Kita, Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

TERPOPULER

Jaga Jakarta Diuji di Matraman, JAN: “Kita Jaga Kota Kita, Masyarakat Jangan Terprovokasi”

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved