Jakarta,IndonesiaVisioner- JAS MERAH (Jangan Sesekali Melupakan Sejarah) kutipan pidato Presiden Pertama Republik Indonesia Bung Karno mungkin sangat cocok untuk kita pahami bersama-sama, ada duka mendalam sepanjang tahun 1948-1965 di indonesia atas pembunuhan terhadap para jendral, ulama dan santri yang dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia ).
Indikasi bangkitnya komunis Indonesia (PKI) harus menjadi sorotan tajam dan serius bagi seluruh elemen anak bangsa di Indonesia, seluruh komponen anak bangsa agar waspada Pada Tanggal 9 Mei 2016 yang bertepatan dengan hari PKI yang ke 102. Para antek-antek PKI tersebut.
Kabarnya mereka (PKI) akan membagikan 102 Ribu Kaos PKI serta atribut-atribut lainnya.

“ Saya mengajak kepada seluruh anak bangsa untuk menangkap siapapun oknum yang membagikan atau menggunakan atribut PKI, karena itu tidak melanggar undang-undang kok justru ada legalitas Hukumnya seperti TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 dan UU No.27 Tahun 1999, atau dapat melaporkan ke polsek, polres, koramil atau kodim terdekat,” Ungkap Rizal Sutan Bagindo Aktivis HMI Jakarta, Saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/5)
Rizal menjelaskan, ada beberapa strategi komunis masa kini untuk membangkitkan kembali paham-paham marxisme-leninisme (komunis) di Indonesia, seperti Insurgensi Komunisme yaitu gerakan komunis yang memanfaatkan jurang perbedaan antara rakyat jelata dengan penguasa/birokrat dan Crepto Komunisme yaitu program komunis yang memanfaatkan kalangan cendikiawan, kaum intelektual dan mahasiswa. Mereka mengadakan forum-forum diskusi yang melibatkan ketiga unsur diatas, tema yang diangkat biasanya seputar kebebasan berpendapat, HAM, demokrasi, serta tema kebebasan lainnya yang ujungnya adalah kebebasan dari akses Pancasila dan target akhir mereka kebebasan untuk tidak beragama.
“Ya yang jelas kalau memang tidak sesuai dengan Ideologi bangsa indonesia artinya PKI bukan hanya musuh TNI semata namun musuh seluruh rakyat indonesia,” tegas Rizal. (Jasn/Vis)


