Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pengamat : Jokowi Harus kasi teguran keras ke Luhut

by Aulia Rachman Siregar
Mei 16, 2016
in Nasional
Reading Time: 1min read
Pengamat : Jokowi Harus kasi teguran keras ke Luhut
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Indonesia visionser-. manuver yang dikakukan oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam rangka mendukung kandidat tertentu mendapatkan respon dari beberapa kalangan, kali ini datang dari Pakar politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit, ia menilai tindakan Luhut sudah tidak bisa ditoleransi. Apalagi secara terang-terangan dia mendukung Setya Novanto untuk jadi Ketua Umum Partai Golkar yang notabene pernah mencatut nama Presiden Jokowi dalam kasus ‘papa minta saham’.

“Setya dan Luhut itu seperti lingkaran setan. Mereka saling melindungi satu sama lain. Setya lindungi Luhut di kasus ‘papa minta saham’ dan sekarang Setya minta didukung supaya jadi Ketua Umum Golkar,” kata Arbi di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Arbi Sanit juga menilai, Luhut mendukung Setya agar memiliki kekuatan politik di lingkungan Istana karena selama ini anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar tersebut tidak memiliki partai yang bisa dikendalikan. Sehingga ia pun meminta Presiden Jokowi tidak tinggal diam melihat menterinya bermanuver.

“Kalau alasan Luhut mendukung Setya karena dia adalah anggota Dewan Pertimbangan Golkar, harusnya dia mundur dari jabatan Menko Polhukam karena Presiden Jokowi menegaskan menteri tidak boleh masuk dalam struktur partai,” bebernya

Menurut Arbi, Presiden Jokowi harus meminta Luhut memilih antara jabatan partai atau jabatan menteri. Sebab manuver Luhut semakin besar dan berpotensi merugikan dirinya. Dia menyebut kasus Luhut ini tidak cukup hanya dengan ditegur tapi harus masuk dalam prioritas reshuffle.

“Kesalahannya sudah terlalu banyak seperti diduga terlibat ‘papa minta saham’, Panama Papers, sampai rela-rela izin kerja hanya ingin memantau Munaslub Golkar,” tutupnya (MR. Vis)

Previous Post

JK bantah ada pesan dari Jokowi soal Rangkap Jabatan

Next Post

Dewie Yasin Limpo dituntut cabut hak politik oleh Jaksa

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved