Alor,IndonesiaVisioner.-
Pernyataan Amon Djobo selaku Bupati Alor yang dimuat salah satu media online di Kalabahi, soal kelanjutan pembangunan bandara Kabir Kecamatan Pantar, mendapatkan respon dari Abdul Majid Lang Ere, salah satu ahli waris tanah yang diserobot oleh Pemda Alor untuk pembangunan bandara Kabir.
Dihubungi melalui ponselnya Kamis (02/03/2017), Majid membantah pernyataan Amon Djobo tentang sudah tersedianya lahan oleh masyarakat sekitar.
“Itu salah dan perlu diluruskan, selama ini memang sudah ada pembicaraan dari pihak pemerintah kepada kami selaku ahli waris bahwa pembangunan bandara akan dilakukan di atas tanah kami, namun sebelum proses pembebasan lahan dilakukan, tanaman kami yang ada di lahan tersebut telah lebih dahulu digusur. Bahkan hingga saat ini, setelah kurang lebih 3 tahun, belum ada pemberian ganti rugi atas tanaman yang telah digusur itu”, tegasnya.
Majid juga menambahkan, urusan pembayaran bukan hanya tanah tapi juga tanaman, baik yang berumur panjang atau pendek yang sudah dirusaki oleh pihak pemerintah. Padahal kata Majid, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hasil bumi dari lahan tersebut.
“Kami siap membantu pemerintah dalam membangun Alor, tetapi sudah sering kami dibohongi soal ganti rugi lahan dan tanaman, sekitar 2 tahun yang lalu kami diminta membuka rekening, sampai sekarang belum ada uang yang masuk atas nama Pemda”, kesal Majid.
Sekitar dua hari yang lalu (Selasa, 28/02/2017) Majid juga mengaku didatangi pihak Pemda Alor untuk menandatangani berkas serah terima Ahli waris ke pemerintah daerah.
“Mana mungkin saya tanda tangan, sedangkan pembicaraan soal harga tanah dan kerugian yang lain belum clear, dengan pertimbangan itu saya menolak menandatangani”, tambah Majid.
“Sebagai seorang pejabat, apa yang disampaikan oleh bupati alor melalui media tersebut seharusnya sesuatu yang benar-benar terjadi, agar masyarakat yang tadinya mendukung program pemerintah tidak kemudian menjadi apatis dikarenakan masalah pembayaran ganti rugi tanaman belum terealisasi sejak 2014 hingga hari ini”, pungkas Majid. (Haris-Vis)






