Surabaya—Sejak tanggal 14 Juli 2017 kemarin, konflik antara Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerussalem, terus memanas. Umat Islam dari berbagai negara ikut merasa prihatin terhadap peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan Israel dalam memasang logam detector di salah satu masjid agung umat Islam tersebut, umat Islam Palestina tidak mau salat jamaah di dalam masjid. Pada tanggal 16 Juli 2017, umat Islam Palestina memilih salat jamaah di halaman Masjid Al-Aqsa.
Rakyat Palestina menganggap langkah Israel memasang logam detector di Masjid Al-Aqsa sebagai upaya pembatasan Israel terhadap umat Islam Palestina yang hendak beribadah. Tak pelak antara Israel dan Palestina terjadi bentrok yang mengakibatkan sejumlah korban berjatuhan. Salah satu korban bentrok tersebut adalah imam Masjid Al-Aqsa.
Melihat situasi dan kondisi tersebut, Ketua Umum HMI Korkom Unesa Tatang Sugiarto mengecam tindakan Israel. Menurut Tatang, upaya pencideraan Israel terhadap ibadah umat Islam termasuk pelanggaraan hak asasi manusia.
“Oleh karena itu, seluruh negara di dunia sudah seharusnya mencegah tindakan Israel tersebut. Lembaga internasional seperti PBB sudah harus turun tangan dan bertindak tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel itu,” tegas Tatang, Rabu (26/7/2017).
Selain itu, tambah Tatang, negara-negara Islam di kawasan Teluk juga harus bersatu untuk membela kepentingan umat Islam. Negara-negara Islam di kawasan Teluk khususnya jangan sampai membiarkan umat Islam menjadi korban ketidakadilan dan penjajahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Bagaimana pun, negara-negara di kawasan Teluk memiliki kekuatan lebih untuk mencegah tindakan Israel itu, misalnya melalui embargo minyak, penutupan jalur perdagangan, dan sebagainya,” ungkapnya.
Tatang menuturkan, sudah sangat lama rakyat Palestina menjadi korban ketidakadilan Israel. Semua umat Islam harus bersatu untuk membela saudara-saudara sesama muslim di Palestina. Bagi mereka yang belum mampu melakukan gerakan nyata, paling tidak mendoakan umat Islam di Palestina. (akw/iv)






