JAKARTA – Paska 700 hari kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan belum juga terungkap. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara konferensi pers atas mosi tidak percaya pada penegak hukum dan penyidik yang dibentuk polri dalam pengusutan kasus Novel Baswedan.
Daut Loilatu Ketua Bidan Hukum & HAM HMI Cabang Jakarta Pusat – Utara menyatakan, Semenjak kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan mesih menyimpan misteri dalam pengusutan kasus tersebut. Bahkan daut pun mencurigai adanya skenario yang masih ambang dalam penelusuran pelaku penyiraman tersebut.
Pun juga, pihaknya mempertanyakan keseriusan POLRI dalam mengungkap kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pasalnya polisi begitu luar biasa & lihai dalam menangkap orang-orang yang diduga kuat terkait jaringan terorisme. Namun, hal tidak serupa dalam kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.
“Kami mencurigai ada pelaku yang di skenariokan dan dilindungi dari kasus ini. Bayangkan saja ketika kasus Terorisme cepat dan tuntas di tangani. Hal tidak serupa kasus novel Baswedan hingga paska 700 tahun ini” Ucap daut diselah konferensi pers di mie Aceh Salawah Cikini Menteng Jakarta Pusat, Rabu, (20/03/19)
Hal yang membuat aneh adalah berbagai saksi terus dihadirkan dan diminta keterangannya. Akan tetapi, hasil penyelidikan tersebut masih belum juga tuntas mengungkap dalang atau sutradara di balik kaus penyiramanan tersebut.
“Apakah wasit Ikut bermain dalam kasus penyiraman Novel Baswedan dan siapakah dia ?” Tanya daut lagi
Selain itu, tambahnya bahwa kasus Novel Baswedan, baginya presdien RI Joko widodo seperti tertimpa karma di bidang hukum dan HAM.
“Terlepas dari soal intervensi, kasus Novel tetap menjadi potret hukum dalam lima tahun pertama pemerintahan presiden Jokowi-JK” Ciutnya
“Komitmen pak presiden Joko Widodo soal HAM menjadi sesuatu yang patut dipertanyakan. Dan kami Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengingatkan Komnas HAM kembali untuk memastikan sudah sejauhmana kinerja Polri dalam mengusut tuntas kasus ini. Apakah sudah tertangani atau tidak” Sambungnya
Pun juga daut dan pihaknya mendesak Presiden dan KAPOLRI Tito Karnavian serta KOMNAS HAM guna mengambil langkah tegas, cepat dan efisien untuk membongkar pelaku atau dalang intelektual yang bersembunyi di balik penyiraman air keras tersebut.
“Pak presiden jangan hanya mengkampanyekan tidak pelanggan Hukum & HAM padahal Kasus novel Baswedan di masa pemerintahannya masih menjadi misteri Hukum hingga saat ini” Pungkasnya






