
Visioner.id – Ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jawa Timur melakukan demonstrasi di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dalam aksi itu, ada beberapa kejadian di dalamnya, Senin, (16/09/19).
Pukul 08.30 WIB, ratusan massa aksi tersebut memulai dengan berorasi di depan gedung rektorat, namun pihak kampus tidak kunjung menemui.
Sehingga tak lama kemudian kordinator lapangan (Korlap) aksi, Moh. Taifur Sairosi menghimbau masa aksi untuk langsung menerobos pintu masuk yang di kepung oleh satpam kampus.
Di dalam gedung, Ketua Humas Kampus berdialog panjang dengan peserta aksi. Ia mengatakan, akan mendatangkan Agung Ali Fahmi warek 3 UTM yang telah melecehkan HMI di dunia maya. “Pak warek 3 masih ada di ruangannya, saya akan panggil beliau lima menit lagi,” ungkapnya.
Di sela-sela itu, HMI sempat bentrok dengan beberapa oknom mahasiswa yang di duga PMII memprovokatori jalannya aksi. Kejadian itu memakan dua korban kader HMI patah tulang dan mengalami luka di bagian kepala.
Beberapa jam kemudian, Agung Ali Fahmi keluar dan menemui aktivis HMI. Ia mengaku bersalah atas pernyataan pencemaran nama baik serta ujaran kebencian yang ia lakukan.
“Atas viralnya dari penggalan dari cerita-cerita yang sekarang viral saya menyampaikan kepada seluruh kader HMI se-indonesia dan semua yang merasa dirugikan dari hati yang paling dalam saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.” kata Agung saat dipaksa bicara.
“HMI adalah organisasi besar yang telah mewarnai kehidupan dan kemajuan bangsa ini, sekali lagi saya menyatakan penyesalan terhadap apa yang saya lakukan.” sambung dia.
Menanggapi hal itu, aktivis HMI langsung menanyakan apa maksud Agung atas pernyataan ujaran kebencian yang ia tulis di grup WhatsApps IKA PMII KOM UTM. “Apa maksud bapak mengatakan HMI adalah anak dari Masyumi?” Ujar salah satu peserta aksi.
“Untuk sementara saya no coment,” jawab Agung dengan santai.
Hingga berita ini dinaikkan, masa aksi tetap memaksa dan tidak mau bubar. Kabarnya mereka akan menunggu sampai ditemui oleh pimpinan kampus guna menuntut Agung suapaya dipecat dari jabatanya. (Sin/haz)





