Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kronologi Kekerasan Terhadap Kader HMI Pasca Aksi Penolakan RUU Omninus Law

by Visioner Indonesia
Maret 14, 2020
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
Kronologi Kekerasan Terhadap Kader HMI Pasca Aksi Penolakan RUU Omninus Law
0
SHARES
164
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visionee.id, Malang – Aksi penolakan RUU Omnibuslaw Cipta Lapangan Kerja yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Malang pada Jum’at sore tadi, (13/03/2020) di mulai pada Pukul 14.30 WIB bertempat di depan sekretariat HMI Cabang Malang dilanjutkan Long March sampai Balai Kota depan Gedung DPRD Kota Malang Pukul 15.00 WIB.

Ratusan massa aksi yang begitu banyak mengharuskan jalanan di tutup untuk sementara waktu. Disertai hujan, masa aksi tidak kendor semangat dalam menyampaikan aspirasi tentang penolakan RUU cipta lapangan kerja.

Disampaikan ketua umum HMI Cabang Malang Sutriyado bahwa aksi kali ini merupakan bentuk keberpihakan HMI kepada masyarakat dan teguran akan inkonsistensi pemerintah yang lebih berpihak pada segelintir kelompok elit ekonomi politik dibandingkan pada masyarakat kecil.

Sekitar pukul 15.30 sampai 17.30 WIB massa aksi menuntut anggota DPRd Kota Malang untuk mendengarkan aspirasi massa aksi. Akan tetapi tidak diindahkan dengan hanya meminta perwakilan saja.

Sampai pukul 17.30 WIB tidak menemui titik temu massa aksi kembali long march ke depan sekretariat cabang.

Saat proses bubarnya massa aksi sekitar pukul 18.00 WIB mayoritas ognum Polisi memberikan tindakan represi pada massa aksi untuk mempercepat pembubaran sehingga terjadi bentrok dan beberapa kader terluka setelah peristiwa tersebut.

Sekitar Pukul 18.30 WIB dua massa aksi bernama Reza Dwi di pukuli dan satu diantaranya bernama Ibrahim (Jamal) sampai memar di wajah, lalu keduanya dibawa ke Polres Malang Kota.

Pukul 20.30 WIB, diwakili 4 orang massa aksi yaitu Penanggung Jawab Aksi Sutriyadi, Fabi sebagai Negosiator, Rizan, dan Riyadh selaku Koordinator lapangan menjemput dua masa aksi yang di tahan di Polres Malang Kota.

Sampai akhirnya Pukul 21.30 WIB dua massa aksi yang di tahan kembali di sekretariat HMI Cabang Malang. Keterangan Jamal selaku Korban represi Polisi

“Saya di seret oleh 4 polisi, ditendangi, dan Wajah saya dipukuli dengan sangat keras sekitar 4 Kali hingga memar seperti ini.” Ungkapnya sambil tersenga-senga merasakan sakit di area wajahnya.

Sedangkan untuk Reza Dwi, “saya mencoba menolong Jamal yang ditarik para polisi dan malah saya juga ditarik lalu dipukuli meskipun tidak separah Jamal.” Tutupnya. (Adt).

Previous Post

Kornas MP BPJS: Bebaskan Iuran BP Jamsostek, Pemerintah Melawan Hukum

Next Post

Didampingi Kader HMI Unmer, Jamal Korban Dugaan Penganiayaan Oleh Aparat Polisi Membuat Laporan di Polres Malang Kota

Related Posts

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km
Daerah

Gunung Semeru erupsi 7 kali Senin pagi, tinggi letusan mencapai 1,1 km

April 6, 2026
Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter
Peristiwa

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter

April 6, 2026
Daerah

BPBD DKI Laporkan 5 RT Terendam Banjir Rob di Kepulauan Seribu

Januari 4, 2026
Daerah

Gubernur ajak warga jaga kerukunan beragama ciptakan Papua harmonis

Januari 4, 2026
Peristiwa

Minggu, BMKG: Cuaca berawan hingga hujan terjadi di mayoritas RI

Januari 4, 2026
Peristiwa

Program Servis Motor Gratis Polri untuk Korban Banjir Sumatra Tuai Apresiasi dari Masyarakat

Desember 30, 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved