
JAKARTA. Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) STIE Perbanas mengadakan Diskusi During tentang energi. Diskusi during via app zoom meeting ini mengangkat tema ‘Penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium dan Pertalite’, pada Rabu, (30/9).
Panitia diskusi Ahmad Fawait menyebut , “ diskusi yang diadakan oleh diskusi BEM Perbanas ini bertujuan untuk menjaga lingkungan dari keasrian dan kelestarian”.
Sebelumnya terdapat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.20 tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O, bensin yang harus dijual ke publik minimum harus mengandung RON 91.
Fawait menambahkan, “Saya pun optimistis, program penghapus BBM jenis premium dan Pertalite yang ber-octane rendah diganti dengan ke yang lebih tinggi ini akan terlaksana. Karena, Pertamina juga sudah merampungkan proyek Langit Biru di Cilacap yang bisa menghasilkan BBM dengan octane yang lebih tinggi,” pungkasnya paa media.
Diketahui PT Pertamina sempat melontarkan wacana penghapusan BBM jenis pertalite dan premium. Hal ini disampaikan ketika Pertamina menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Senin (31/8).
Pertamina dan DPR bersepakat untuk menghapuskan BBM jenis Pertalite dan Premium, Vice President Corporate Communication Pertamina dalam keterangan resminya (2/9) menyebut “sesuai kesepakatan dunia dan Pemerintah, setiap negara berupaya menurunkan emisi karbon dan mengurangi polusi udara, salah satunya dengan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan. Seperti yang sudah kita rasakan sejak PSBB, langit biru dan udara lebih baik, untuk itu kami akan mendorong masyarakat untuk menggunakan produk yang lebih berkualitas,” tutur Fajriyah Usman.
editor: ramari
