
Visioner.id – Agenda Musyawarah Daerah Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Jawa Timur diwarnai adegan baku hantam. Pada Jumat (24/9) sidang dimulai dengan lancar setelah mengalami tiga kali pergantian tempat karena keributan yang selalu terjadi dalam forum musyawarah pemilihan ketua umum HMI se-Jawa Timur tersebut.
Akibatnya beberapa orang mengalami luka memar bekas pukulan di bagian kepala. Ketenangan berjalannya sidang dipicu satu hal yaitu adanya peserta sidang yang tidak mengikuti aturan mekanisme pendelegasian utusan dalam peserta sidang.
Salah satu operating committee dalam forum menjelaskan, “Iya, awalnya lancar, namun tiba-tiba banyak teriakan dan suara pukulan dari forum. Polisi pun tidak sanggup untuk menyelesaikan masalah ini. Hingga akhirnya harus dibubarkan karena mengganggu ketertiban di masa pandemi,” katanya.
“Penarikan delegasi dan utusan itu harus menggunakan surat mandat. Tapi ada yang tiba-tiba mengganti utusan seenaknya, ini bukan forum anak SMA yang bisa diakali secara kertas. Untung SC bertindak tegas dengan melakukan rapat internal”, ujar salah satu utusan dalam sidang.
Pernyataan akhirnya dikeluarkan oleh Steering Commitee bahwa yang boleh menjadi utusan dalam Musda saat ini adalah yang memiliki surat mandat terbaru. Kalimat keputusan dari SC tersebut ditolak oleh utusan yang namanya tidak tercantum dalam surat mandat terbaru.
“Akhirnya forum berakhir dengan runyam dan keributan tidak bisa dihindari, termasuk adegan baku hantam”, ujar salah satu pegawai penjaga gedung BLK.
