Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Media Massa dalam Tantangan Pemilihan Umum

by Visioner Indonesia
Oktober 1, 2021
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Media massa mempunyai fungsi strategis dalam menyebarkan informasi pada masyarakat sementara itu. Pada dasarnya media adalah hulu informasi berkembang dalam kehidupan sosial politik masyarakat, termasuk informasi faktual atau informasi yang dapat diandalkan atau informasi dan dikembangkan media yang tidak pantas terkait apa yang sedang terjadi di masyarakat. Komunikasi pada konteks media massa, sebagai promotor utama berupaya guna memengaruhi individu dari paparan berita diterima. Di media khususnya dalam bentuk teks atau berita politik dengan simbol politik.

Media massa adalah salah satu rujukan untuk menentukan definisi-definisi berikut ini; dalam satu kasus, media massa juga menyediakan gambar-gambar realitas sosial. Media massa merilis berita dengan cepat dan secara utuh media online atau portal berita melalui jaringan internet, dikarenakan orang dapat mudah mengakses berita yang ingin mereka baca melalui Internet.

Dalam  bahasa  media  berasal  dari  bahasa  latin  yaitu  ―medius‖  yang  artinya  tengah, perantara atau pengantar. Sedangkan dalam bahasa arab, media diartikan sebagai perantara atau penyampai pesan dari pengirim ke penerima pesan. Pengertian media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyebarkan pesan yang dikirim oleh pengirim kepada penerima untuk merangsang pikiran, perasaan, menarik perhatian dan minat siswa pada jalannya proses pembelajaran.

Menurut Hafied Cangara, media merupakan alat atau metode yang sekaligus menyampaikan informasi dari komunikator kepada khalayak. Media massa sendiri merupakan alat untuk menyampaikan informasi dengan menggunakan berbagai hal seperti koran, film, radio dan televisi.

Informasi yang disampaikan media online juga begitu intens sehingga masyarakat mempunyai Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dengan cepat tentang kasus yang dilaporkan. Perang media massa saat itu dan polarisasinya sangat terlihat. Misalnya, ada beberapa stasiun televisi dan media cetak yang mengabarkan terkait tertentu dengan cara yang sangat tidak adil.

Tentunya pada pemilihan umum, ke depan media massa mempunyai tantangan yang sangat strategis dalam pembentukan opini masyarakat mengenai kepemiluan. Media massa saat ini dianggap memiliki peranan dalam menyampaikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun pada era sekarang, media massa justru memiliki pro dan kontra tersendiri akibat dengan berbedanya kepentingan sehingga ulasan yang disajikan tidak serta merta bersifat netral tapi lebih kepada memihak.

Dengan adanya algoritma media massa seperti ini, membuat setiap masyarakat harus jeli menilai sesuatu. Pada konteks pemilu, seharusnya para pegiat demokrasi melihat ini sebagai tantangan atau bahkan ancaman bagi indeks demokrasi kita kedepan. Dalam perhelatan pemilu, seringkali dihadapi beberapa ujaran kebencian di media sosial yang mengarah pada salah satu pasangan calon dan kemudian terjadi konflik horizontal diantara masyarakat pada ruang media sosial.

Media massa saat ini tidak digunakan sebagai alat guna mencerdaskan pemikiran masyarakat, melainkan menjadi alat kepentingan politik semata. Misalnya, ada beberapa stasiun televisi dan media cetak yang mengabarkan terkait tertentu dengan cara yang sangat tidak adil. Bahkan menurut AJI (Aliansi Jurnalis Independen, pemberitaan media pada Pilkada 2012 banyak yang tidak berimbang. Bahkan pada pilpres 2014, terdapat media-media yang memberitakan pemenangan berbeda di masing-masing televisi—sebagaimana yang disampaikan Ross Tapsell dalam bukunya ―Media Massa, Oligarki dan Masyarakat Digital‖ yang menjabarkan di Tv One memberitakan mengenai kemenangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, kemudian di Metro Tv memberitakan kemenangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014. Hal ini menurut Tapsell dikarenakan adanya kepentingan politik masing-masing pemilik media yang diantaranya Abu Rizal Bakrie dari Tv One (Tim Pemenangan Prabowo – Hatta) dan Surya Paloh dari Metro Tv (Tim Pemenangan Jokowi – JK).

Pemberitaan demikian menjadi simpang siur di masyarakat dan kemungkinan besar akan terjadi konflik di antara pendukung masing-masing pasangan calon. Tantangan yang dihadapi di era post-truth saat ini, adalah beragam informasi yang ada di media massa dan media sosial membuat tiap-tiap orang sulit mencermati fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan serta dampaknya bagi demokrasi mengakibatkan masyarakat menjadi fanatisme buta dan menegasikan semua nalar pikiran yang rasional demi membela kepentingan segelintir kelompok elit politik.

Ditulis oleh Muhammad Hanif

Previous Post

Pemilihan Umum dan Tantangan Pendidikan Politik

Next Post

UU Pemilu VS Kepastian Hukum

Related Posts

Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026
Default

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

April 26, 2026
Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

TERPOPULER

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved