
Jakarta,- Berbagai informasi berkembang terkait pencabutan SKB 2 Dirjen 1 Deputi terkait TKBM mendapat penolakan dari berbagai pihak salah satunya Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia Subhan Hadil menyatakan upaya pemerintah memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan TKBM perlu diapresiasi dan di pelajari betul terutama dalam meningkatkan kinerja dan kemampuan TKBM diberbagai lokasi kerja baik di dermaga, pergudangan maupun lainnya.
Satu sisi upaya perbaikan tersebut termasuk melakukan pembenahan internal badan usaha (koperasi) pengelolah jasa tenaga kerja bongkar muat agar mampu menjadi badan usaha yg baik dan modern secara manajemen pengelolaan maupun teknis operrassional dan kemampuan skill pengurusnya”, ucapnya, Senin, 8/08/2022.
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa PP SP TKBM Indonesia lebih fokus dan cenderung melakukan pembenahan dan peningkatan kemampuan serta keahlian anggota agar dapat tersertifikasi dengan begitu semua Anggota TKBM Indonesia siap menghadapi tantangan persaingan global di era 4.0 agar kedepan tidak ada lagi istilah ketidakmampuan menggunakan alat maupun ketidaktahuan perkembangan teknologi.
“Untuk itu PP SP TKBM Indonesia menyampaikan seruan agar semua anggota TKBM tidak ikut mogok tetap fokus bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga . Serta tidak terpengaruh upaya yang menghilangkan hak bekerja para anggota”, tuturnya.
Ia juga mempertanyakan apa ada yang mau gantikan biaya upah harian per shift anggota jika ikut-ikutan aksi ..? Jika ada ,Dari mana sumber biaya penggantinya .
“Karena bisa mencapai ratusan juta jika upah tersebut tergantikan sangat disayangkan hanya sekedar untuk menyampaikan aspirasi perjuangan sementara masih banyak cara yang lain dan lebih bijak”, pungkasnya.
