
Koordinator bidang aksi dan advokasi Front Pemuda Madura (FPM) Mohammad Gazali menyoroti penangkapan truk yang membawa ratusan bal rokok ilegal. Pengkapan itu dilakukan okeh bea cukai Madura di Kabupaten Bangkalan (4/4) dengan kerugian negara ditaksir ratusan juta rupiah.
Menurutnya, pengkapan itu menjadi bukti bahwa rokok ilegal memang ada dan marak di Madura.
“Sudah terang menderang dengan kejadian ini bahwa Madura benar-benar darurat rokok ilegal,” kata Gazali dalam keterangannya, Rabu (5/4/2023).
Gazali meminta bea cukai Madura segera memberikan keterangan resmi usai penangkapan pengiriman rokok ilegal ke luar Madura. Menurutnya, masyarakat perlu tahu kronologi penangkapan, merk rokok dan pemiliknya.
“Masyarakat masih bertanya-tanya bagaimana kronologis penangkapan rokok ilegal di Bangkalan itu, terkait merk rokoknya dan pemiliknya siapa, jadi bea cukai harus harus jelaskan seterangnya terangnya kepada masyarakat,” ungkapnya.
Karena menurut Gazali, selama ini ada kecurigaan masyarakat adanya oknum bea cukai yang terlibat dalam bisnis rokok terlarang di Madura.
“Ada dugaan kalau para pebisnis rokok ilegal di Madura setoran ke bea cukai untuk mengamankan produksi bisnisnya itu, makanya wajar kalau bisnis rokok ilegal di Madura makin hari makin menjamur,” terangnya.
Lebih lanjut, Gazali berharap ada tindak lanjut dari penangkapan rokok ilegal itu sebagai bentuk keseriusan bea cukai dalam memberantas rokok ilegal di Madura.
“Bea cukai harus ada tindak lanjut, harus disisir di mana tempat produksi rokok ilegal itu dan tempat-tempat lain yang juga memproduksi rokok serupa,” tuturnya.
“Jangan mencari alasan yang tidak masuk akal, rokok berkeliaran di toko-toko se Madura masak bea cukai diam dan membiarkan itu kecuali memang benar apa yang dicurigakan masyarakat bahwa oknum bea cukai dapat setoran,” lanjutnya.
Gazali mengaku selama ini memang mengawal di Mabes Polri agar bisa turun tangan memberantas rokok ilegal di Madura. Selain itu, Gazali dalam waktu dekat akan mengirimkan surat audiensi ke bea cukai pusat untuk melakukan supervisi terkait dengan pemberantasan rokok ilegal di Madura.
“Kami sudah kawal kasus rokok ilegal di Mabes Polri bahkan dalam waktu dekat kami akan melakukan audiensi ke bea cukai pusat agar bisnis yang merugikan negara ini bisa benar-benar bisa diberantas di Madura,” pungkasnya.
