
Jakarta,- Aksi demontrasi damai dilakukan sejumlah mahasiswa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia tergabung dalam Aliansi mahasiswa merah putih yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)
Mereka meminta kepada Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk memeriksa dan mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Siti Holija Harahap SH,MH.
Koordinator Aksi, Safriadi Nasution menyampaikan sampai saat ini tersangka dugaan Kasus Korupsi dana hibah 2019-2020-2021 KONI Kab.Tapanuli Selatan masih menghirup udara bebas tidak di tahan.
“Kami menilai menilai Kajari Tapsel tidak berani menahan tersangka”, ujarnya Rabu, 7/06/2023.
Ia menduga Kajari Tapsel tutup mata terhadap tersangka kasus korupsi dana hibah KONI Tapsel. “kenapa sampai saat ini mereka (tersangka) belum di tahan, ada apa ?”, ujarnya.
Safriadi mengatakan bahwa semenjak di pimpin Siti Holija Harahap Kajari Tapsel diduga tidak adanya kasus korupsi yang di tangani, sementara banyak aduan kasus dari masyarakat telah disampaikan.
“Misalnya Pengadaan CCTV Per unit 12.000.000 dan pengadaan lemari per unit 3.500.000 seluruh desa se kabupaten Tapsel tidak masuk murembang desa, masing masing 1 unit setiap desa, total ada 212 Desa di Kabupaten Tapanuli Selatan”, tuturnya.
“nilai dan harga pengadaan CCTV dan Lemari tersebut tidak masuk akal dan tidak wajar”, tambahnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan kegiatan proyek pengadaan ini diduga di backup oleh kejari tapsel dan beberapa oknum dinas PMD terlibat.
“Kegiatan proyek pengadaan ini diduga mendapat Backup oleh Kajari dan Dinas PMD”, tutupnya.





