Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Diduga Potong Dana Hibah Untuk Program Pokmas, KPK Diminta Periksa Anggota DPRD Jatim Nurfitriana

by Visioner Indonesia
Juni 27, 2023
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
162
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejumlah pemuda mengatasnamakan Kaukus Muda Sumenep (KMS) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periksa anggota DPRD Provinsi Jawa Timur daerah pemilihan Madura dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nurfitriana yang menerima dana hibah untuk program kelompok masyarakat (Pokmas) senilai Rp 28.468.404.000 tahun 2022-2023.

Mereka melakukan aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (27/6/2023).

Dalam orasinya, koordinator aksi Musyfiqurrozi menyampaikan, dana hibah Jawa Timur diduga hanya menjadi bancakan para koruptor. Menurutnya, pengungkapan kasus korupsi dana hibah oleh KPK tidak boleh tebang pilih dan semua yang mendapat jatah harus diperiksa.

“KPK harus tindak tegas koruptor dana hibah apalagi ini masalah yang sangat serius karena pelakunya berjamaah. Motifnya kemungkinan sama yaitu ada pemotongan bahkan disinyalir ada yang fiktif,” kata Musyfiq depan KPK.

“Kami sebagai mahasiswa dari Sumenep dengan tegas meminta KPK periksa Nurfitriana karena mendapat jatah puluhan miliar,” lanjutnya.

Istri mantan Bupati Sumenep itu diduga telah memotong dana hibah yang semestinya diperuntukkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau memang benar-benar untuk kepentingan masyarakat, tidak mungkin Madura menjadi daerah miskin khususnya Sumenep karena itu KPK harus periksa Nurfitriana dan audit penggunaan dana hibah sebesar 28 miliar itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Musyfiq menuturkan bahwa dengan kejadian adanya korupsi dana hibah di Jawa Timur akan menjadi evaluasi dan pelajaran bagi masyarakat untuk hati-hati dalam memilih wakil rakyat.

“Masyarakat sekarang sudah kecewa dan bisa menilai terhadap para wakilnya, jadi masyarakat Madura akan hati-hati ketika memilih anggota DPRD dengan melihat rekam jejaknya terutama bagaimana keberpihakan anggota dewan itu terhadap kemajuan Madura,” jelasnya.

Musyfiq juga meminta KPK untuk mengungkap mafia dana hibah Jawa Timur dan jangan berikan ruang kepada koruptor untuk menjadi wakil rakyat.

“KPK menjadi ujung tombak harapan masyarakat Jawa Timur untuk mengganyang koruptor dana hibah. Jangan sampai merasa aman setelah uang rakyat dirampok untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Terakhir, Musyfiq memastikan akan terus melakukan aksi sampai KPK memeriksa Nurfitriana dan mengaudit penggunanaan dana hibah yang ia kelola.

“Kami kawal tuntutan kami sampai kapanpun, intinya kami ingin Nurfitriana diperiksa dan diaudit dana hibah yang ia terima. Kami siap demo tiap minggu depan KPK,” tandasnya.

Previous Post

Jatim Progress Kembali Demo KPK, Minta Tuntaskan Kasus Dana Hibah Jawa Timur

Next Post

Kamasta Minta Gakum KLHK dan Bareskrim Tangkap Pimpinan PT. MPS, Dugaan Perusakan Hutan Mangrove di Muna

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved