Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Menciderai Demokrasi, Koordinator Aktivis Sumsel-Jakarta Minta Pj Kepala Daerah di Sumsel Tidak Terlibat Politik Praktis

by Visioner Indonesia
September 16, 2023
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
141
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Koordinator aktivis Sumsel-Jakarta, Harda Belly, menyoroti dugaan adanya penjabat (Pj) kepala daerah di Sumatera Selatan yang terlibat dalam politik praktis.

“Saya dapat laporan dari masyarakat, katanya dapat arahan dari Pj bupati di salah satu kabupaten di Sumsel untuk memilih calon legislatif tertentu bahkan diduga menggunakan wewenangnya untuk memerintahkan bawahannya seperti kepala dinas, camat sampai kepala desa agar memenangkan calon legislatif tersebut” kata Harda dalam keterangannya, Sabtu (16/9/2023).

Menurutnya, Pj bupati itu adalah birokrat yang tidak boleh bersentuhan dengan politik praktis.

“Penjabat kepala daerah itu beda dengan pejabat sebenarnya yang diusung oleh partai politik. mereka itu birokrat yang dilarang terlibat dalam kepentingan politik tertentu apalagi sampai mengarahkan masyarakat untuk memilih calon legislatif,” ungkapnya.

Harda menjelaskan tentang bahaya keterlibatan Pj kepala daerah yang akan memberikan dampak tidak sehatnya demokrasi di Indonesia.

“Sekalipun beda namun Penjabat kepala daerah kewenangannya hampir sama dengan pejabat sebenarnya, punya kuasa dan perangkat sampai bawah dan kalau disalah gunakan untuk kepentingan politik maka pesta demokrasi yang akan digelar tahun depan sangat tercederai dan tidak sehat lagi kontestasinya,” tuturnya.

Maka dari itu, Harda meminta Pj kepala daerah yang ada di Sumsel untuk bekerja profesional untuk melayani masyarakat dan jangan sampai terlibat politik praktis.

“Pj kepala daerah di Sumsel jangan sekali-kali cawe-cawe soal politik praktis. Fokus saja untuk membangun dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, Harda menuturkan akan terus memonetor semua aktifitas Pj bupati yang diduga mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu calon legislatif dan akan melaporkan ke Kemendagri jika kemudian hari tetap ada laporan yang sama dari masyarakat.

“Kalau tidak stop, saya akan laporkan Pj bupati itu ke Kemendagri,” tandasnya.

Sebagai informasi, Kemendagri telah memecat kurang lebih 7 Pj kepala daerah tingkat kabupaten/kota yang sudah dilantik karena diketahui terlibat dalam politik praktis.

Previous Post

Strategi Kebudayaan Penting untuk Mewujudkan Politik yang Lebih Bermartabat

Next Post

Dugaan Korupsi Dana Pokir Ketua DPRD Pagar Alam Jenni Shandiyah, FORMASA Ancam Laporkan ke Kejaksaan Agung

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved