
Jakarta,- Direktur Gagas Nusantara, Romadhon menilai keputusan Presiden Joko Widodo yang menunjuk Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasertyo Adi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian (Mentan) adalah pilihan yang tepat.
Arief diketahui menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang semula menjabat sebagai mentan, namun saat ini tengah terlibat kasus dugaan korupsi.
“Ini sebuah pilihan Presiden yang harus didukung. Karena publik sudah banyak mengetahui kinerja dari Pak Arief dan juga memahami persoalan pangan. Diharapkan mampu menjalankan tentang kedaulatan pangan, ungkap Romadhon, saat dihubungi awak media, Sabtu (7/10).
Arief dinilai memiliki cukup kemampuan yang relevan terkait sektor pangan dan pertanian di Indonesia. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir ini ikut terlibat menyoroti kesejahteraan petani.
“Pak Arief berlatar belakang tata kelola pangan, dan kita liat akhir-akhir ini banyak perhatiannya ke petani, peningkatan kesejahteraan petani. Jadi saya kira tepat apa yang diputuskan oleh Presiden, Pak Arif sebagai Plt. Mentan,” katanya.
Direktur Gagas Nusantara ini juga mengingatkan, agar Arief Prasetyo bisa segera melakukan “bersih-bersih” korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). Ini merupakan PR paling pertama yang harus segera diselesaikan.
“Paling utama tentunya kegiatan bersih-bersih dulu di organisasi Kementan. Penataan organisasi lagi,” ungkapnya.
Tugas selanjutnya yaitu, Pak Arief harus bisa membawa Kementan mendorong tingkat produksi pangan nasional. Meski demikian, ia mengakui langkah yang selama ini dilakukan Arief melalui Bapanas dengan menjaga harga di tingkat usaha tani sudah tepat.
Dia berpendapat, jika menjaga harga di tingkat usaha tani, tentu bisa mendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional.
“Untuk menjaga harga di tingkat usaha tani, sebenarnya kalau harga di tingkat usaha tani bisa dijaga dengan baik, otomatis produksi pangan kita akan meningkat. Itu wajar, dalam arti tidak usah banyak hal yang dilakukan asal bisa menjaga harga dengan baik pasti produksi akan meningkat dan membaik,” tuturnya.
Lebih lanjut, alasan dipilihnya Kepala Bapanas sebagai Plt. Mentan oleh Presiden Jokowi adalah, agar koordinasi pangan dengan kementerian dan lembaga lain lebih mudah.
“Supaya lebih koordinatif, lebih memudahkan. Karena biasanya kita, Bulog Badan Pangan, Kementan, Kementerian Perdagangan ini selalu harus satu. Jadi untuk konsolidasi saja agar lebih memudahkan,” jelas Presiden.
