
Masyarakat mempertanyakan baliho penjabat (Pj) bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Apriyadi, yang berdiri di beberapa ruas jalan di Muba.
Hal itu disampaikan salah satu masyarakat Muba, Agus Herawan, yang merasa kaget karena menemukan banyak baliho besar Apriyadi yang bertebaran.
“Apa maksud dan tujuan Apriyadi memasang banyak baliho besar,” kata Agus dalam keterangannya, Selasa (12/12/2023).
Menurutnya, sebagai Pj bupati, Apriyadi harus hati-hati jangan sampai berpolitik praktis. Apalagi, kata Agus, boliho erat kaitannya dengan kampanye dalam dunia politik.
“Kalau ini berkaitan dengan kampanye atau ada tujuan untuk berpolitik praktis maka tidak boleh dibiarkan,” jelasnya.
Agus menyampaikan tidak ada masalah baliho Apriyadi bertebaran namun harus ada maksud dan tujuan yang jelas seperti ucapan terimakasih kepada masyarakat karena telah mebayar pajak dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kinerja di lingkungan Pemkab Muba.
“Kalau berkaitan langsung dengan kerja-kerja Pemkan Muba sebenarnya tidak masalah. Misalkan baliho ajakan taat pajak. Kalau yang bertebaran sekarang ini seperti lagi kampanye politik. Berdiri tegak di pinggir-pinggir jalan,” ucapnya.
Menteri Dalam Negeri harus bertindak tegas dan evaluasi kinerja dari Pj bupati Apriyadi. “Pak Tito jangan tinggal diam, Apriyadi ini harus dievaluasi selama menjadi Pj bupati,” tegasnya.
Agus menuturkan, Apriyadi diangkat menjadi Pj bupati menuai banyak kontroversi dan penolakan dari masyarakat. Apriyadi dinilai cacat moral karena diduga pernah berduaan dengan perempuan selingkuhan di hotel.
“Apriyadi ini memang Pj yang bermasalah. Sudah dilaporkan ke Mendagri atas dugaan perbuatan asusila tapi tidak tahu kenapa masih dipertahankan sebagai Pj bupati,” tuturnya.
“Kalau Mendagri tidak turun tangan, berarti bisa dicurigai telah ada kesepakatan jahat antara Mendagri dan Apriyadi,” tandasnya.
