
Jakarta,- Beberapa Organisasi Kepemudaan mengeluarkan beberapa pernyataan mendesak Menteri Dalam Negeri untuk mencopot Pejabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap pasalnya tak mampu menyelesaikan sejumlah persoalan yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah menyampaikan bahwa pernyataan mendesak Menteri Dalam Negeri untuk mencopot Pj Gubernur Sulawesi Tenggara sangat tidak tepat atau keliru, karena menurutnya Pj Gubernur Sulawesi Tenggara saat ini telah berhasil membangun dan melakukan pembenahan di Sultra setelah dilantik 5 November 2023 lalu.
“Dalam kurun waktu empat bulan Pj Gubernur Sultra telah melakukan kerja-kerja nyata dan konkrit dalam membagun Bumi Anoa, menekan laju inflasi, menekan prevalensi balita stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengangguran”, ujar Akril di Jakarta, Senin, 8/1/24.
Lebih lanjut Akril mengatakan bahwa Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto telah merilis capaian kinerja selama menjabat 117 hari di Sultra. Rilis akhir tahun Pemprov Sultra tahun 2023 tersebut mengenai hasil dari kebijakan dan langkah strategis terhadap pemenuhan lima bidang kesejahteraan rakyat meliputi pemenuhan hak-hak konstitusional rakyat, mulai dari kebutuhan pokok hingga hak konstitusional.
“Telah banyak dilakukan oleh Pj Gubernur Sulawesi Tenggara selama kurang lebih 4 bulan menahkodai Sultra, mulai pembagian sembako, penyaluran sarana pangan dan bibit, pembangunan rumah tidak layak huni, penyaluran beasiswa, penyaluran bantuan UMKM dan Fasiltasi P endaftarkan 40 Kekayaan Intelektual Komunal budaya Tolaki di Menkunham”, ucapnya.
Akril berharap masyarakat Sultra untuk tidak terprovokasi oleh narasi-narasi sentimen, propaganda dan ujaran yang menyusutkan Pj Gubernur Sulawesi Tenggara agar situasi tetap tenang dan kondusif.
“Kami harap masyarakat untuk tidak ikut terprovokasi oleh narasi-narasi sentimen dan propaganda kelompok tertentu, kita percayakan Pj Gubernur Sulawesi Tenggara untuk bekerja, berkarya dan menuntaskan segala polemik yang ditinggalkan oleh Gubernur sebelumnya”, tutupnya.





