
Penyelenggaraan pemilu tinggal menghitung hari. Guna mewujudkan kondisi pemilu yang damai terkhususnya di internal Umat Hindu, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dan Dewan Pimpinan Daerah Peradah Indonesia Sumatera Selatan gelar Dialog Publik dan deklarasi Pemilu Damai.
Kegiatan yang dihadiri oleh Ratusan peserta yang terdiri dari Kader KMHDI dan Peradah Sumatera Selatan ini dilaksanakan di Desa Dharma Buana, Kecamatan Belitang II pada, Minggu (28/1).
Ketua Umum PP KMHDI I Wayan Darmawan dalam sambutannya mengatakan bahwa, keterlibatan umat Hindu dalam pesta demokrasi yang akan diselenggarakan 14 Februari mendatang sangatlah penting untuk menentukan arah bangsa Indonesia 5 tahun kedepan.
“keterlibatan umat Hindu dalam pesta demokrasi menjadi sesuatu yang penting untuk menentukan masa depan Indonesia 5 tahun kedepan. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga bagaimana Pemilu 2024 ini bisa berjalan dengan damai,” jelas I Wayan Darmawan.
Pria kelahiran Sumatera Selatan tersebut juga menambahkan bahwa menentukan pilihan dalam pemilu ini juga harus diperhatikan, sehingga menghasilkan pemimpin ataupun perwakilan rakyat yang memiliki gagasan untuk kemajuan Bangsa.
“Umat Hindu di Indonesia, terkhusus nya kader KMHDI dan juga Peradah harus mampu memilih pemimpin atau wakil rakyat yang tepat, yang mengedepankan gagasan yang jelas bukan hanya sekedar menebar janji untuk mengambil simpati, apalagi yang sampai memecah belah masyarakat untuk memuluskan hasrat politiknya,” sambung Darmawan.
Pada kesempatan yang sama Ketua DPP Peradah Sumsel Made Sumartawan mendorong keterlibatan pemuda dan mahasiswa Hindu di Sumatera Selatan dalam menjaga pesta demokrasi agar berjalan kondusif.
“Peranserta pemuda dan mahasiswa Hindu Sumatera Selatan menjadi penting untuk memastikan Pemilu ini dapat berjalan dengan aman damai dan demokratis,” pungkasnya.
Penyelenggaraan Dialog Publik dan Deklarasi Pemilu Damai ini disambut antusias oleh umat Hindu sekitar. Turut hadir pula beberapa perwakilan Ormas Hindu dan juga unsur pemerintahan setempat.
