
Sejumlah pemuda mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Medan melakukan aksi demonstrasi di depan DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (21/8/2024).
Mereka meminta DPP PDI Perjuangan tidak mendukung calon Wali Kota Medan yang diduga berafiliasi dengan ormas terlarang HTI.
Menurut koordinator aksi, Fathur S. Badigul, HTI merupakan ormas terlarang yang sudah dibubarkan oleh pemerintah, jadi susah selayaknya DPP PDIP tidak memberikan rekomendasi kepada bakal calon Wali Kota Medan yang berafiliasi dengan HTI.
“HTI memang sudah dibubarkan oleh pemerintah tahun 2017 lalu, namun para mantan pengikutnya masih berkeliaran dan bahkan diduga ada yang akan menjadi bakal calon Wali Kota Medan. DPP PDIP jangan sampai kecolongan,” katanya.
“Ini masalah ancaman terhadap ideologi negara. DPP PDIP yang selama ini sudah dikenal sebagai benteng terdepan dalam membela NKRI harus menolak bakal calon afiliasi HTI di Medan. Jangan sampai Medan dikuasai oleh orang yang berafiliasi dengan organisasi terlarang dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” lanjutnya.
Selanjutnya, Fatur meminta DPP PDIP selamatkan Kota Medan dengan memberikan seleksi ketat untuk bakal calon Wali Kota Medan dan tidak memberikan ruang untuk bakal calon Wali Kota terafiliasi dengan HTI.
“DPP PDIP sebagai partai besar harus selamatkan Kota Medan dari bakal calon Wali Kota yang berafiliasi dengan HTI. PDIP harus selektif dan jangan berikan ruang, karena akan menghambat laju pembangunan di Kota Medan,” jelasnya.
Terakhir, Fatur menegaskan bahwa pilkada serentak 2024 di Kota Medan menjadi momentum mencari pemimpin yang benar-benar bisa menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi menjaga keutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
“Calon kepala daerah yang berafiliasi dengan organisasi terlarang atau HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah harus ditolak dan tidak boleh didukung oleh PDIP,” tandasnya.