
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk usut tuntas dan tidak tebang pilih dalam pengusutan kasus korupsi dana hibah Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Persatuan Mahasiswa Jawa Timur-Jakarta saat melakukan aksi demonstrasi depan Gedung Merah Putih KPK RI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (21/8/2024).
Menurut koordinator aksi, Faris, kegiatan aksi tersebut merupakan yang sekian kalinya untuk meminta KPK melakukan audit dan investigasi dugaan korupsi dana hibah Provinsi Jawa Timur untuk Polda setempat.
“Polda Jatim mendapatkan dana hibah dari Provinsi dan dalam penggunaannya diduga tidak transparan sehingga perlu ada audit dan investigasi,” kata Faris.
“Dana hibah Jawa Timur saat ini sedang bermasalah karena diduga dirampok berjemaah dan KPK tidak boleh tebang pilih dalam pengusutan kasus korupsi ini termasuk ke Polda Jatim,” imbuhnya.
Faris menuturkan, dugaan korupsi dana hibah di Polda Jatim menjadi preseden buruk terhandap instansi yang semestinya menjadi contoh dalam penegakan hukum.
“Polda Jatim itu semestinya menjadi contoh yang baik dalam penegakan hukum bukan sebaliknya melakukan pelanggaran hukum dengan dugaan korupsi dana hibah,” tuturnya.
Karena itu, Faris memastikan akan terus melakukan aksi demonstasi depan KPK agar dana hibah Polda Jatim diaudit dan diinvestigasi.
“Kami siap aksi berjilid-jilid depan KPK untuk mengawal dugaan korupsi dana hibah di Polda Jatim,” tegasnya.
“Tak ada yang istimewa depan hukum, siapapun sama, dan korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus diberantas,” tandasnya.
