
Jakarta,- Memperingati Hari Anak Nasional, PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmen sosialnya melalui program “Nyalakan Masa Depan Anak”. Inisiatif ini melibatkan pemberian bantuan penerangan dan fasilitas edukasi digital bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T, guna meningkatkan kualitas belajar dan mendukung akses pendidikan yang lebih merata.
Program ini mengintegrasikan pemasangan panel surya, lampu LED ramah lingkungan, dan distribusi perangkat edukasi seperti tablet dan modul pembelajaran berbasis digital. Tujuannya ialah membangun ekosistem pendidikan modern yang dapat diakses di daerah yang selama ini minim infrastruktur. Melalui cara inovatif ini, Pertamina ingin memastikan anak-anak Indonesia tetap bisa belajar dengan nyaman dan berkualitas, meski tinggal di lokasi terpencil.
Salah satu sekolah di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi pilot project program ini. Kepala sekolah menyebut dampaknya langsung terasa: “Anak-anak kini bisa belajar sampai sore, tidak terbatas oleh listrik padam,” ujarnya. Data Pertamina menunjukkan penerangan baru telah menjangkau lebih dari 50 sekolah di enam provinsi perbatasan.
Inisiatif ini juga mendapat sambutan hangat dari Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara. “Langkah ini bukan sekadar menyala tapi menyalakan semangat pendidikan anak bangsa,” katanya di jakarta, Kamis (24/7)
Ia menegaskan bahwa akses listrik dan teknologi pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang terampil dan tangguh.
Pertamina menegaskan bahwa program “Nyalakan Masa Depan Anak” sejalan dengan strategi keberlanjutan dan corporate social responsibility (CSR) yang berfokus pada pendidikan, energi, dan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan LSM, perusahaan bertujuan memastikan keberlanjutan dan pemeliharaan fasilitas agar bisa digunakan dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, Pertamina juga menyediakan materi pelatihan untuk guru dan pelajar mengenai pemanfaatan teknologi digital serta cara merawat perangkat edukasi. Harapannya, anak-anak bukan hanya menjadi penerima bantuan, tapi juga pendorong perubahan lokal dengan kemampuan belajar mandiri dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Program ini memberikan nilai berganda: dari peningkatan akses listrik, dukungan pendidikan digital, hingga pemberdayaan masyarakat setempat melalui pelatihan dan perawatan fasilitas,” pungkas Romadhon.
Dia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan inisiatif sosial.
Melalui program ini, Pertamina sekaligus mengirim pesan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada generasi muda yang teredukasi dengan layak. Memanfaatkan infrastruktur energi untuk tujuan sosial menunjukkan transformasi BUMN menjadi agen pembangunan yang progresif, inklusif, dan berdaya.





