Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Hari Listrik Nasional ke 80: Listrik Bukan Cuma Terang, Tapi Harapan

by Visioner Indonesia
November 7, 2025
in BUMN, Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,- Delapan puluh tahun sudah listrik menjadi denyut kemajuan Indonesia. Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 bukan sekadar momen seremonial, tapi ajakan untuk menyalakan kembali makna energi bukan hanya sebagai sumber daya, tapi sebagai nyawa peradaban yang menggerakkan kehidupan modern bangsa.

Di tengah semangat transisi menuju energi bersih, sektor ketenagalistrikan kini menghadapi dua tantangan: menjaga keandalan pasokan dan memastikan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah, industri, dan masyarakat punya peran masing-masing agar nyala listrik tak hanya menerangi ruang, tapi juga memberi arah pada masa depan energi nasional.

Romadhon Jasn, Ketua Gagas Nusantara, menilai HLN ke-80 adalah saat yang tepat untuk menegaskan kembali tanggung jawab moral di balik pembangunan sektor listrik. Menurutnya, listrik harus dipahami lebih dari sekadar angka produksi atau kapasitas megawatt. Energi adalah instrumen pemerataan, bukan sekadar komoditas ekonomi.

“Listrik adalah cermin keberadaban, bukan sekadar fasilitas. Setiap kilowatt yang dihasilkan mestinya membawa manfaat sosial dan membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum tersentuh pembangunan,” ujar Romadhon Jasn, Jumat (7/11).

Ia mengingatkan bahwa pemerataan energi tidak bisa hanya diukur dari jumlah gardu atau jaringan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana listrik mengubah kualitas hidup: memberi ruang belajar bagi anak di pelosok, menggerakkan usaha kecil, dan menyalakan kreativitas di desa-desa yang baru tersambung listrik.

“Ketika listrik hadir, seharusnya peradaban ikut tumbuh. Energi yang adil itu bukan yang terang di kota dan redup di pelosok, tapi yang mampu menggerakkan semua lapisan bangsa secara setara,” kata Romadhon Jasn, menekankan pentingnya keadilan energi sebagai pilar kemajuan.

Romadhon juga menyoroti bahwa momentum HLN ke-80 seharusnya menjadi refleksi kebijakan. Pemerintah dinilai telah menunjukkan arah positif dalam memperluas akses listrik hingga ke wilayah 3T dan meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT). Namun, langkah ini perlu diiringi transparansi dan pengawasan publik agar keberlanjutan benar-benar terwujud.

“Transisi energi harus dikelola dengan kejujuran kebijakan, bukan sekadar jargon hijau. Rakyat punya hak atas energi bersih yang terjangkau, bukan hanya mendengar wacananya di panggung peringatan,” ujar Romadhon Jasn.

Ia menutup dengan pesan sederhana tapi bermakna. “Mari jadikan listrik bukan cuma terang di kabel dan tiang, tapi harapan di kepala dan hati rakyat. Karena dari cahaya itulah bangsa ini belajar berdiri, bekerja, dan bermimpi,” kata Romadhon Jasn di akhir pernyataannya.

Previous Post

Kapolda Asep Apresiasi Ojol Kamtibmas: Polisi dan Rakyat Kini Bergerak Bersama Jaga Jakarta

Next Post

JAN Nilai Polda Metro Sudah di Jalur Profesional Tangani Isu Ijazah Jokowi

Related Posts

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
Pastikan Migrasi Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Lewat Penguatan Audit Lapangan
Ekonomi

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved