
Jakarta (VISIONER) – Jaringan Masyarakat Madura Jakarta (JAMMA) menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas langkah cepat dan tanggap dalam menangani insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11).
Ledakan yang terjadi di area musala sekolah saat pelaksanaan salat Jumat itu menyebabkan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka, terdiri atas siswa, guru, dan warga sekitar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan segera mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketua Umum JAMMA Edi Homaidi menilai tindakan cepat Gubernur Pramono menunjukkan kepemimpinan yang tanggap terhadap situasi darurat dan kepekaan terhadap keselamatan pelajar.
“Kami mengapresiasi langkah Pak Gubernur yang langsung turun memastikan penanganan korban berjalan cepat, serta menginstruksikan peningkatan keamanan di seluruh sekolah,” ujar Edi di Jakarta, Sabtu.
Ia menambahkan, JAMMA mendukung langkah Pemprov DKI yang segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menelusuri penyebab ledakan serta memastikan tidak ada ancaman lanjutan di lingkungan pendidikan.
Gubernur Pramono Anung sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menanggung penuh biaya pengobatan seluruh korban serta menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi siswa dan guru yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
“Fokus kami adalah keselamatan dan pemulihan korban. Kami juga memastikan seluruh sekolah di Jakarta memperketat standar keamanan dan keselamatan lingkungan belajar,” kata Pramono di Balai Kota, Jumat malam.
JAMMA dalam pernyataannya juga menekankan pentingnya evaluasi sistem keamanan di sekolah-sekolah Jakarta, terutama dalam mengantisipasi potensi bahaya bahan kimia atau perangkat yang tidak terpantau.
“Kejadian di SMA 72 ini menjadi pelajaran penting agar Pemprov DKI, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah memperkuat sistem deteksi dini serta kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan,” kata Edi.
Selain memuji respon cepat pemerintah, JAMMA juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab ledakan. Organisasi ini menilai transparansi dan ketenangan publik menjadi faktor penting dalam pemulihan situasi.
“Kami berharap penyelidikan berjalan terbuka dan profesional. Jakarta harus menjadi kota yang aman bagi anak-anak yang menimba ilmu,” tutup Edi.
Polisi masih menyelidiki dugaan penyebab ledakan dan mengamankan seorang remaja berusia 17 tahun yang diduga terlibat dalam perakitan bahan peledak sederhana yang menyebabkan insiden tersebut.





