Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Ekonomi RI Butuh ‘Doping’, BI Rate Bisa Turun Tiga Kali Tahun Ini

by Visioner Indonesia
Januari 22, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 4min read

Jakarta – Arah kebijakan suku bunga acuan, BI Rate, tahun ini diperkirakan akan berpihak terhadap pertumbuhan alias pro-growth, di tengah kelesuan ekonomi domestik yang membutuhkan daya ungkit lebih besar. Akan tetapi, ketidakpastian global dan kondisi geopolitik yang terus berkecamuk masih membayangi pergerakan rupiah ke depan yang mengencangkan alarm risk-off bagi investor, jadi penentu waktu yang tepat bagi pemangkasan suku bunga ini. 

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur kemarin (21/1/2026) menegaskan salah satu arah bauran pada awal 2026 ini adalah fokus terhadap stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini terus mengalami depresiasi hingga ke level terlemah sepanjang sejarah (all time low).

“Fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG, Rabu (21/1/2026).

Namun, bukan berarti BI tidak berpihak terhadap pertumbuhan. Paparan RDG kemarin juga mempertegas bahwa MH Thamrin terus memantau peluang lebih lanjut untuk menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan. 

BI menyebut arah bauran kebijakan BI tahun ini, salah satunya pelonggaran moneter untuk mendorong kredit atau pembiayaan dan penurunan suku bunga perbankan.

Apalagi, inflasi Indonesia sepanjang Desember 2025 tercatat 2,92% (yoy), masih dalam sasaran 2,5 ± 1% yang ditetapkan BI untuk 2026-2027. Inflasi inti juga tetap rendah di 2,38% (yoy), menunjukkan tekanan harga masih moderat. 

Hanya inflasi volatile food  mencapai 6,21% (yoy), terkerek oleh harga komoditas tertentu seperti bawang merah. Namun, volatilitas rupiah yang membuat BI menahan pelonggaran suku bunga. 

Kapan pelonggaran ini akan terjadi? BI akan menimbang kondisi global terutama terkait dampak terhadap pelemahan rupiah. 

“Bank Indonesia masih mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga, dengan waktu pelaksanaannya bergantung pada data (data dependent),” kata Perry. 

Saat ini, perekonomian global tidak dalam kondisi prima. Perlambatan ekonomi dunia terjadi di banyak negara, bukan hanya negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara maju. 

Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju seperti Jepang berada dalam tren menurun. Indeks penjualan durable goods di Jepang turun dari 9 menjadi -4. Begitu juga dengan permintaan domestik menurun dari 2 menjadi -2,1. 

Ekonomi China pun melambat akibat ekspor melemah menyusul perang tarif yang diberlakukan oleh AS. Di sisi lain China juga tengah menghadapi kemerosotan pasar properti yang diperkirakan akan berlanjut di tahun ini. 

Sementara AS dan Eropa masih berseteru meski saat ini tensinya sudah cukup mereda setelah Presiden Trump mengatakan ia akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara Benua Biru yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland. Ia beralasan telah membentuk “kerangka kesepakatan masa depan” yang telah ia sepakati mengenai pulau tersebut.

Sebelumnya, Parlemen Eropa memutuskan untuk membekukan pemungutan suara ratifikasi atas kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa sebagai tanggapan terhadap ancaman Trump yang semakin meningkat untuk merebut Greenland. Komite perdagangan Parlemen menunda pemungutan suara tanpa batas waktu pada hari Rabu, menimbulkan keraguan apakah pakta tersebut akan pernah mencapai tahap akhir.

Lanskap perekonomian global berpengaruh signifikan terhadap prospek ekonomi domestik, sehingga pertumbuhan perlu daya ungkit lebih kuat, untuk mendorong permintaan domestik. 

Tiga Kali Pelonggaran

Para ekonom memprediksi BI akan melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan tahun ini. BI diperkirakan akan memangkas suku bunga dengan total 75 basis poin (bps) sepanjang 2026, dengan masing-masing 25 bps dalam setiap pemangkasan. 

“Kemungkinan besar bank sentral akan mempertahankan suku bunga saat ini hingga kuartal I dan mungkin hingga kuartal II-2026,” kata Tamara Mast Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, dalam catatannya.

BI juga mengaitkan rupiah rentan terhadap tekanan jual sampai ketidakpastian tentang batas defisit anggaran. Pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan berada di rentang 4,7-5,5% dan pada 2026 menjadi 4,9-5,7%. 

Meski begitu, Henderson menggarisbawahi target pertumbuhan ini agak sulit mencapai 5,1%. “Investasi swasta akan terhambat oleh kekhawatiran bahwa disiplin fiskal dan moneter akan semakin melemah di bawah pemerintahan Prabowo,” kata Henderson.  

Kebutuhan akan pelonggaran moneter begitu mendesak terutama karena situasi ekonomi domestik yang lesu. Kinerja fiskal terakhir menggambarkan kondisi ini.

Pada 2025 terjadi kekurangan pendapatan negara sebesar Rp248,8 triliun. Realisasi pendapatan ‘hanya’ Rp2.756,3 triliun dari target Rp3.005,1 triliun. Jika ingin memperbaiki kondisi fiskal, setidaknya pemerintah harus mengejar tambahan pendapatan sebanyak Rp397 triliun dari angka realisasi tahun lalu. 

Dengan kondisi pelemahan ini, sinyal pemangkasan BI Rate ke depan menjadi cukup kuat, dan bisa terjadi ketika rupiah tidak dalam posisi aman dan stabil. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas memperkirakan BI akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini, pada kuartal II hingga kuartal IV dengan masing-masing kuartal 25 bps. “Minimal [pemangkasan tahun ini sebanyak] 75 bps,” kata Lionel

Previous Post

Kata Jaksa Soal Isi Kesaksian Eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati

Next Post

Siang Ini, Rupiah Jadi Juara Asia

Related Posts

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah
Ekonomi

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Agustus 26, 2026
Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”
Ekonomi

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

Agustus 26, 2026
Purbaya: Pengelolaan Whoosh di Bawah Kemenkeu per September 2026
Ekonomi

Purbaya: Pengelolaan Whoosh di Bawah Kemenkeu per September 2026

Agustus 25, 2026
Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Bali, Diklaim Hemat Rp73,9 T per Tahun
Ekonomi

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Bali, Diklaim Hemat Rp73,9 T per Tahun

Agustus 25, 2026
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Transaksi dan Pengiriman Uang bagi PMI
Ekonomi

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Transaksi dan Pengiriman Uang bagi PMI

Agustus 23, 2026
Saham Haji Isam Melonjak 70% dalam Sepekan, BEI Masukkan dalam UMA
Ekonomi

Saham Haji Isam Melonjak 70% dalam Sepekan, BEI Masukkan dalam UMA

Agustus 23, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

65 Perusuh Ditangkap, Demo 27 Agustus Aman, Masyarakat Apresiasi Polri

Temui Purbaya, Bos BGN Lapor Pengurangan SPPG & Penerima MBG

KRL Greenline Kembali Normal Usai Tertahan Kerumunan Massa

Budiman Sudjatmiko: Uang Koruptor Bisa Jadi Modal Entaskan Kemiskinan Lewat RUU Perampasan Aset

Soal Perusakan dan Pembakaran Fasilitas di Jakarta, Polisi: Ulah Kelompok Perusuh!

Polri Tangkap Yuwanky, Pemilik Klub Malam Planet Batam DPO Kasus Narkoba

TERPOPULER

65 Perusuh Ditangkap, Demo 27 Agustus Aman, Masyarakat Apresiasi Polri

Temui Purbaya, Bos BGN Lapor Pengurangan SPPG & Penerima MBG

KRL Greenline Kembali Normal Usai Tertahan Kerumunan Massa

Budiman Sudjatmiko: Uang Koruptor Bisa Jadi Modal Entaskan Kemiskinan Lewat RUU Perampasan Aset

Soal Perusakan dan Pembakaran Fasilitas di Jakarta, Polisi: Ulah Kelompok Perusuh!

Polri Tangkap Yuwanky, Pemilik Klub Malam Planet Batam DPO Kasus Narkoba

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved