Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Ekonomi RI Butuh ‘Doping’, BI Rate Bisa Turun Tiga Kali Tahun Ini

by Visioner Indonesia
Januari 22, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 4min read
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Arah kebijakan suku bunga acuan, BI Rate, tahun ini diperkirakan akan berpihak terhadap pertumbuhan alias pro-growth, di tengah kelesuan ekonomi domestik yang membutuhkan daya ungkit lebih besar. Akan tetapi, ketidakpastian global dan kondisi geopolitik yang terus berkecamuk masih membayangi pergerakan rupiah ke depan yang mengencangkan alarm risk-off bagi investor, jadi penentu waktu yang tepat bagi pemangkasan suku bunga ini. 

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur kemarin (21/1/2026) menegaskan salah satu arah bauran pada awal 2026 ini adalah fokus terhadap stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini terus mengalami depresiasi hingga ke level terlemah sepanjang sejarah (all time low).

“Fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG, Rabu (21/1/2026).

Namun, bukan berarti BI tidak berpihak terhadap pertumbuhan. Paparan RDG kemarin juga mempertegas bahwa MH Thamrin terus memantau peluang lebih lanjut untuk menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan. 

BI menyebut arah bauran kebijakan BI tahun ini, salah satunya pelonggaran moneter untuk mendorong kredit atau pembiayaan dan penurunan suku bunga perbankan.

Apalagi, inflasi Indonesia sepanjang Desember 2025 tercatat 2,92% (yoy), masih dalam sasaran 2,5 ± 1% yang ditetapkan BI untuk 2026-2027. Inflasi inti juga tetap rendah di 2,38% (yoy), menunjukkan tekanan harga masih moderat. 

Hanya inflasi volatile food  mencapai 6,21% (yoy), terkerek oleh harga komoditas tertentu seperti bawang merah. Namun, volatilitas rupiah yang membuat BI menahan pelonggaran suku bunga. 

Kapan pelonggaran ini akan terjadi? BI akan menimbang kondisi global terutama terkait dampak terhadap pelemahan rupiah. 

“Bank Indonesia masih mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga, dengan waktu pelaksanaannya bergantung pada data (data dependent),” kata Perry. 

Saat ini, perekonomian global tidak dalam kondisi prima. Perlambatan ekonomi dunia terjadi di banyak negara, bukan hanya negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara maju. 

Pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju seperti Jepang berada dalam tren menurun. Indeks penjualan durable goods di Jepang turun dari 9 menjadi -4. Begitu juga dengan permintaan domestik menurun dari 2 menjadi -2,1. 

Ekonomi China pun melambat akibat ekspor melemah menyusul perang tarif yang diberlakukan oleh AS. Di sisi lain China juga tengah menghadapi kemerosotan pasar properti yang diperkirakan akan berlanjut di tahun ini. 

Sementara AS dan Eropa masih berseteru meski saat ini tensinya sudah cukup mereda setelah Presiden Trump mengatakan ia akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara Benua Biru yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland. Ia beralasan telah membentuk “kerangka kesepakatan masa depan” yang telah ia sepakati mengenai pulau tersebut.

Sebelumnya, Parlemen Eropa memutuskan untuk membekukan pemungutan suara ratifikasi atas kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa sebagai tanggapan terhadap ancaman Trump yang semakin meningkat untuk merebut Greenland. Komite perdagangan Parlemen menunda pemungutan suara tanpa batas waktu pada hari Rabu, menimbulkan keraguan apakah pakta tersebut akan pernah mencapai tahap akhir.

Lanskap perekonomian global berpengaruh signifikan terhadap prospek ekonomi domestik, sehingga pertumbuhan perlu daya ungkit lebih kuat, untuk mendorong permintaan domestik. 

Tiga Kali Pelonggaran

Para ekonom memprediksi BI akan melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan tahun ini. BI diperkirakan akan memangkas suku bunga dengan total 75 basis poin (bps) sepanjang 2026, dengan masing-masing 25 bps dalam setiap pemangkasan. 

“Kemungkinan besar bank sentral akan mempertahankan suku bunga saat ini hingga kuartal I dan mungkin hingga kuartal II-2026,” kata Tamara Mast Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, dalam catatannya.

BI juga mengaitkan rupiah rentan terhadap tekanan jual sampai ketidakpastian tentang batas defisit anggaran. Pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan berada di rentang 4,7-5,5% dan pada 2026 menjadi 4,9-5,7%. 

Meski begitu, Henderson menggarisbawahi target pertumbuhan ini agak sulit mencapai 5,1%. “Investasi swasta akan terhambat oleh kekhawatiran bahwa disiplin fiskal dan moneter akan semakin melemah di bawah pemerintahan Prabowo,” kata Henderson.  

Kebutuhan akan pelonggaran moneter begitu mendesak terutama karena situasi ekonomi domestik yang lesu. Kinerja fiskal terakhir menggambarkan kondisi ini.

Pada 2025 terjadi kekurangan pendapatan negara sebesar Rp248,8 triliun. Realisasi pendapatan ‘hanya’ Rp2.756,3 triliun dari target Rp3.005,1 triliun. Jika ingin memperbaiki kondisi fiskal, setidaknya pemerintah harus mengejar tambahan pendapatan sebanyak Rp397 triliun dari angka realisasi tahun lalu. 

Dengan kondisi pelemahan ini, sinyal pemangkasan BI Rate ke depan menjadi cukup kuat, dan bisa terjadi ketika rupiah tidak dalam posisi aman dan stabil. 

Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas memperkirakan BI akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini, pada kuartal II hingga kuartal IV dengan masing-masing kuartal 25 bps. “Minimal [pemangkasan tahun ini sebanyak] 75 bps,” kata Lionel

Previous Post

Kata Jaksa Soal Isi Kesaksian Eks Dirut Pertamina Nicke Widyawati

Next Post

Siang Ini, Rupiah Jadi Juara Asia

Related Posts

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026
PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km
Ekonomi

PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

Juni 29, 2026
Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

TERPOPULER

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved