Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Angka Rp 1,8 Miliar SPPG Digiring untuk Menyesatkan Publik?

by Visioner Indonesia
Februari 22, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,- Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait narasi viral yang menyebut Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meraup keuntungan bersih hingga Rp 1,8 miliar per tahun. Isu tersebut dinilai keliru karena tidak memahami struktur pembiayaan dan mekanisme investasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa angka Rp 1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor maksimal, bukan laba bersih. Perhitungan itu didasarkan pada operasional selama 313 hari dalam satu tahun, yang masih harus dikurangi berbagai komponen biaya seperti operasional harian, upah tenaga kerja, pemeliharaan fasilitas, hingga penyusutan aset bernilai tinggi.

Untuk menjadi mitra, pengelola wajib membangun infrastruktur dapur sesuai Juknis 401.1 Tahun 2026 dengan standar teknis ketat. Estimasi belanja awal atau CapEx yang dikeluarkan dari dana pribadi berkisar antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar, bergantung lokasi dan kapasitas produksi.

Dengan nilai investasi tersebut, titik impas atau break-even point (BEP) secara rasional baru tercapai setelah 2 hingga 2,5 tahun operasional. Artinya, pada fase awal, mitra masih berada dalam tahap pengembalian modal serta menghadapi risiko usaha yang signifikan.

Menanggapi polemik ini, pegiat sosial Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai kegaduhan tersebut menjadi pengingat agar publik tidak mudah terpancing oleh angka yang tidak disertai konteks. Ia menegaskan bahwa penyajian data tanpa penjelasan menyeluruh berpotensi menciptakan persepsi keliru terhadap tujuan program.

Romadhon mengapresiasi langkah BGN yang mengaktifkan platform “Gizi-Log” untuk memantau alokasi anggaran secara real-time. Sistem digital tersebut dirancang mendeteksi potensi penyimpangan, termasuk indikasi mark-up bahan baku maupun penurunan mutu makanan pada tingkat daerah.

“Gizi-Log memagari piring anak-anak dari praktik tak bertanggung jawab yang memanfaatkan celah administrasi. Jika sistem menemukan harga pembelian melampaui standar pasar tanpa dasar rasional, akses anggaran vendor akan langsung dibekukan,” ujar Romadhon, Minggu (22/2)di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa kebijakan daftar hitam permanen bagi penyedia yang bekerja sama dengan tengkulak tidak sah merupakan langkah tegas menjaga integritas rantai pasok. Digitalisasi ini memastikan anggaran negara benar-benar bertransformasi menjadi asupan bergizi bagi siswa, bukan hilang sebagai margin tersembunyi perantara.

Sebagai bentuk pengawasan tambahan, Romadhon mengusulkan pemasangan “Papan Belanja Harian” di setiap sekolah agar orang tua dapat memantau transparansi harga secara langsung dan menyelaraskan data sistem pusat dengan kondisi riil di lapangan. “Kita tidak boleh terjebak polemik angka tanpa melihat manfaat nyata. Program ini harus dijaga bersama agar jutaan anak menerima gizi konsisten, dan publik berperan sebagai pengawas yang objektif,” pungkasnya.

Previous Post

Bertemu KDEI Taipei, Mukhtarudin
Pastikan Layanan Transparan bagi PMI di Taiwan

Next Post

Suara Publik: Dukung Kemandirian Kilang Pertamina Demi Keteduhan Ibadah Ramadan 2026

Related Posts

Tetangga Naik, BBM RI Tetap Stabil: Apa Rahasianya?
Ekonomi

Tetangga Naik, BBM RI Tetap Stabil: Apa Rahasianya?

Maret 30, 2026
Lapor ke Prabowo Soal Anggaran, Purbaya Pastikan APBN Aman
Ekonomi

Lapor ke Prabowo Soal Anggaran, Purbaya Pastikan APBN Aman

Maret 20, 2026
Setahun Danantara, Mandiri Dukung Pendidikan Nasional
Ekonomi

Setahun Danantara, Mandiri Dukung Pendidikan Nasional

Maret 18, 2026
BGN Kaji Efesiensi Anggaran
Ekonomi

BGN Kaji Efesiensi Anggaran

Maret 18, 2026
Menata Ulang Tata Kelola Gizi Nasional: BGN Bersih-Bersih, Kepercayaan Publik Kembali Pulih
Ekonomi

Menata Ulang Tata Kelola Gizi Nasional: BGN Bersih-Bersih, Kepercayaan Publik Kembali Pulih

Maret 18, 2026
Ujian Integritas di Balik Target 500 Ribu PMI: Atase Jadi Kunci Transformasi Martabat?
Ekonomi

Ujian Integritas di Balik Target 500 Ribu PMI: Atase Jadi Kunci Transformasi Martabat?

Maret 16, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Silaturahmi Eks Pengurus Besar HMI dengan Kapolres Situbondo

Tetangga Naik, BBM RI Tetap Stabil: Apa Rahasianya?

Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Dunia, Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Terobosan Kemenimipas

Lapor ke Prabowo Soal Anggaran, Purbaya Pastikan APBN Aman

Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya

TERPOPULER

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Silaturahmi Eks Pengurus Besar HMI dengan Kapolres Situbondo

Tetangga Naik, BBM RI Tetap Stabil: Apa Rahasianya?

Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Dunia, Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Terobosan Kemenimipas

Lapor ke Prabowo Soal Anggaran, Purbaya Pastikan APBN Aman

Prabowo Soroti Budaya Asal Bapak Senang di Pemerintahannya

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved