Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

by Visioner Indonesia
Juni 29, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
PAM Jaya Minta Maaf, Pramono Tak Tegas: Ratusan Hari Macet, Warga Korban Pipa 1.000 Km

Jakarta – Permintaan maaf PAM Jaya atas kemacetan imbas pipanisasi 1.000 kilometer tidak dibarengi langkah tegas Gubernur. Ratusan pelaku usaha, pengemudi ojek online, dan pekerja harian menjadi korban tanpa kepastian di jalan mereka sendiri.

Siti (45) pedagang kelontong di Pinangsia sudah setahun lebih kehilangan pelanggan. “Maaf saja tidak cukup. Seng di depan toko tidak pernah dicabut, padahal sering tidak ada pekerjaan,” keluhnya dengan nada lelah. Ia sudah tiga kali melapor lewat JAKI, jawabannya selalu template.

Puluhan pemilik ruko, warung makan, hingga bengkel di Jalan Pakin dan Cengkeh mengalami nasib serupa. Akses tertutup pagar seng membuat omzet turun 30-50 persen. Pengemudi ojek online kehilangan waktu tempuh, penghasilan harian mereka ikut tergerus setiap hari.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengakui dampak itu. “Kami mohon maaf karena tidak mungkin tidak menggunakan bahu jalan,” katanya di Balai Kota, Jumat (26/6). Namun hingga kini, kompensasi atau insentif bagi warga terdampak belum ada. Tidak ada pemotongan PBB, tidak ada retribusi usaha diringankan.

Forum JagaJakarta, Romadhon Jasn, menilai ketegasan Gubernur Pramono Anung tidak terlihat. “Pak Pramono bicara target 2029. Tapi nasib pedagang, ojek online, dan pekerja harian hari ini bagaimana? Gubernur punya kuasa cabut izin penutupan jalan. Itu belum digunakan,” tegasnya.

“Pengakuan tanpa tindakan adalah pengabaian. Kami memantau 89 titik galian, belum satu pun punya papan target mingguan. Ini kegagalan pengawasan,” tambah Romadhon. Ia mencatat empat pelanggaran: tanpa papan informasi, tanpa nomor pengaduan, perluasan area melebihi kebutuhan, dan tanpa sosialisasi.

Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2020 memberi kewenangan evaluasi hingga pencabutan izin jika kontraktor melanggar. Namun hingga kini, belum ada satu pun sanksi terlihat. Pengawasan mandek di tengah proyek triliunan rupiah yang mengorbankan kenyamanan publik.

Gubernur Pramono optimis target 2029 tercapai. “Saya yakin tiga tahun lagi 100 persen terpenuhi,” ujarnya dalam acara yang sama. Namun optimisme itu tak menjawab warga yang kehilangan nafkah hari ini. Rudi (38) pengemudi ojek online mengaku macet 2 jam setiap pagi di Jalan Pakin. “Lapor JAKI jawabannya template,” keluhnya.

Tempo mencoba konfirmasi ke Dishub dan Bina Marga. Hingga berita ini turun, belum ada jawaban. Tiga ruas terparah, Pluit Raya, Mangga Besar, Gunung Sahari, mencatat kecepatan turun dari 30 km/jam menjadi 5-10 km/jam. Warga kehilangan 1,5-3 jam per hari hanya untuk satu perjalanan.

Ratusan hari kemacetan telah berlalu. Ribuan liter BBM terbuang sia-sia. Puluhan usaha kecil merugi. Namun yang hilang paling berharga adalah kepercayaan warga pada pemerintah yang hanya mampu memberi maaf, bukan solusi. Masih ada 2.000 kilometer pipa tersisa hingga 2029. Pengorbanan warga belum berakhir.

Romadhon menutup dengan pernyataan tegas. “Kami tidak minta proyek berhenti. Kami minta pengawasan tegas: inspeksi mendadak, papan target mingguan, posko pengaduan. Tiga langkah itu dalam tujuh hari. Itu butuh kemauan politik, bukan sekadar maaf. Pramono harus tunjukkan ketegasannya sekarang. Warga tak bisa terus jadi korban,” pungkasnya.

Previous Post

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Next Post

JAN: HUT ke-80 Jadi Momentum Evaluasi, Kapolri Ajak Publik Beri Masukan

Related Posts

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari
Ekonomi

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Agustus 9, 2026
Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan
Daerah

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Agustus 9, 2026
PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan RI
Ekonomi

PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan RI

Agustus 9, 2026
PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi
Daerah

PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi

Agustus 9, 2026
Danantara Targetkan Deretan BUMN Raksasa IPO, Pegadaian hingga Pelindo
BUMN

Danantara Targetkan Deretan BUMN Raksasa IPO, Pegadaian hingga Pelindo

Agustus 9, 2026
Ekonomi

Angka Kemiskinan Turun ke 8,07 Persen, Ekonom Soroti Kesenjangan dengan Kondisi Riil

Agustus 8, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Kemenpar Petakan Wisata Bahari, Dari Kapal Pesiar Hingga Liveaboard

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Titi Kamal Yakin Film “Perumahan Laddaland” Versi Indonesia Lebih Seram dari Thailand

TERPOPULER

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Kemenpar Petakan Wisata Bahari, Dari Kapal Pesiar Hingga Liveaboard

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Titi Kamal Yakin Film “Perumahan Laddaland” Versi Indonesia Lebih Seram dari Thailand

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved