Jakarta – Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyelundupan puluhan ton bawang ilegal yang masuk melalui jalur perbatasan belum lama ini. Operasi tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas praktik mafia pangan yang merugikan keuangan negara.
Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi, menyatakan apresiasinya terhadap gerak cepat jajaran kepolisian. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kemenangan bagi para petani lokal yang selama ini sering dirugikan oleh masuknya barang ilegal.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polri, khususnya Satgas Pangan, yang tetap sigap memantau celah-celah penyelundupan di pintu masuk wilayah kita. Penangkapan ini membuktikan bahwa Polri hadir untuk menjaga kedaulatan ekonomi kita,” ujar Edi Homaidi dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Penyelundupan komoditas pangan seperti bawang merah dan putih diketahui sering memicu fluktuasi harga yang tidak wajar di pasar. Hal ini disebabkan oleh barang ilegal yang masuk tanpa melalui prosedur karantina serta bebas dari bea masuk, sehingga merusak harga pasaran domestik.
Edi Homaidi menekankan bahwa masuknya barang selundupan ini adalah ancaman nyata bagi kesejahteraan petani di daerah. “Bayangkan kalau barang ilegal ini terus masuk, harga di pasar hancur karena ulah penyelundup ini. Langkah Polri adalah oase bagi petani yang selama ini jerih payahnya tidak dihargai,” tegasnya.
Pihak kepolisian sendiri hingga kini masih melakukan pendalaman terkait asal-usul barang dan jalur distribusi yang digunakan para pelaku. Dugaan sementara, barang-barang tersebut dikumpulkan di gudang-gudang rahasia sebelum didistribusikan ke pasar induk di kota-kota besar.
Terkait proses hukum, Edi mendesak agar Polri bertindak tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang terlibat dalam jaringan ini. “Polri jangan kasih kendor, sikat habis semua yang terlibat! Jangan hanya kroconya saja yang ditangkap, tapi bos besarnya juga harus diproses hukum,” cetusnya.
Sebagai penutup, KMI berharap sinergi antara Polri, Bea Cukai, dan kementerian terkait semakin diperkuat untuk menutup “jalur tikus” di perbatasan. Edi pun menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Sinergi antar-lembaga adalah kunci agar perut rakyat terlindungi dan petani kita tetap sejahtera,” pungkas Edi.






