Warning: Attempt to read property "child" on null in /home/anandapu/visioner.id/wp-content/themes/jnews/class/ContentTag.php on line 45
Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

by Visioner Indonesia
April 27, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 4min read
Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pekan ini akan menjadi ujian bagi pembuat kebijakan di kawasan Asia. Sebab, tekanan inflasi diproyeksikan meningkat, tetapi sinyal pertumbuhan belum terlihat solid. 

Hal ini kembali menciptakan dilema bagi pembuat kebijakan antara memberikan stimulus atau mulai mengetatkan kebijakan. 

Negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran yang buntu kembali membuat harga minyak naik. Para pelaku pasar menilai, semakin lama Selat Hormuz ditutup, tingkat konsumsi global harus dikalibrasi ulang ke level yang lebih rendah untuk menyesuaikan dengan pasokan yang telah anjlok setidaknya 10%.

Di tengah kondisi ini, negara-negara Asia terus mencari cara untuk mengatasi krisis energi, salah satunya dengan membeli minyak Rusia. Pembelian minyak dari Rusia terus meningkat setelah AS melonggarkan sanksi Rusia untuk sementara secara terbatas sampai 16 Mei 2026. 

India meningkatkan pembelian minyak dari Rusia dan mengamankan pasokan alternatif dari Afrika, Iran, serta Venezuela. 

Pemerintah Filipina memastikan bahwa akses mereka terhadap minyak Rusia tetap tersedia dengan mengamankan hampir 2,5 juta barel minyak Rusia per Maret 2026. 

Begitu juga dengan Indonesia yang menjalin hubungan dengan Rusia demi mengamankan minyak mentah dan telah menyepakati impor 150 juta barel minyak Rusia secara bertahap. 

Selain soal minyak, fokus pasar di kawasan akan tertuju pada keputusan bank sentral Jepang yang diperkirakan tetap menahan suku bunga acuannya di 0,75%. 

Meski inflasi menunjukkan tren penguatan, ruang gerak Bank of Japan (BoJ) sepertinya terbatas. Pasar akan mencermati nada pernyataan dan proyeksi terbaru terutama bagaimana BoJ menyeimbangkan risiko inflasi dengan pertimbangan politik. Sebab, inflasi di Tokyo diperkirakan menguat, meski belum cukup untuk mendorong kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. 

Dari China, data PMI April sepertinya menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi. Sektor manufaktur memang masih bertahan di zona ekspansi, ditopang oleh permintaan ekspor yang relatif kuat. Meski begitu, permintaan domestik yang masih lemah membayangi pemulihan ekonomi di negeri Tirai Bambu. 

Sementara dari Korea Selatan, Presiden Lee Jae Myung dijadwalkan bertemu Demis Hassabis dari Google DeepMind di Seoul yang jadi penanda bahwa negeri Gingseng ini akan fokus pada penguatan sektor kecerdasan buatan. 

Dari Indonesia dan Asia Tenggara, polemik terkait jalur perdagangan Selat Malaka kembali mengemuka setelah Selat Hormuz dijadikan sebagai alat tekanan geopolitik. Namun, pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan bahwa tidak akan memberlakukan pengenaan tarif bagi kapal yang melintas Selat Malaka. 

Begitu juga dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan yang menegaskan bahwa jalur di Selat Malaka dan Singapura harus tetap bebas dan terbuka, serta menolak upaya pembatasan atau pengenaan biaya tambahan bagi kapal. 

Di sisi lain, pemerintah Indonesia akan kembali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) esok hari dengan target indikatif Rp36 triliun di tengah naiknya utang jatuh tempo 4,2% menjadi Rp833,96 triliun pada 2026 dari Rp800,33 triliun pada tahun 2025. 

Berikut agenda ekonomi sepekan yang akan mewarnai pergerakan pasar: 

Senin, 27 April 2026

  1. China: data laba industri (Maret, tahunan), proyeksi 14,9%, sebelumnya 15,2%.
  2. Thailand: data penjualan mobil

Selasa, 28 April 2026

  1. Indonesia: lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah, target indikatif Rp36 triliun.
  2. Jepang: kebijakan suku bunga acuan (tetap 0,75%)
  3. Amerika Serikat: data keyakinan konsumen
  4. Zona Eropa: indeks keyakinan konsumen, data produksi industri, penjualan retail, data pengangguran, dan ekspektasi inflasi bank sentral Eropa. 

Rabu, 29 April 2026

  1. Thailand: suku bunga acuan (tetap 1%)
  2. Indonesia: survei ekonomi Bloomberg edisi April

Kamis, 30 April 2026

  1. Korea Selatan: data produksi industri (Maret, bulanan) proyeksi 0,6%, sebelumnya 5,4%. 
  2. Thailand: data ekspor-impor, neraca perdagangan, dan cadangan devisa
  3. Jepang: data produksi industri (Maret, bulanan), proyeksi 3,5%, sebelumnya -2%. Data penjualan retail tahunan. 
  4. China: data PMI Manufaktur (April) proyeksi 50,1, sebelumnya 50,4. 
  5. Taiwan: Capaian PDB kuartal I-2026 (kuartal I-2026), proyeksi 10,5%, sebelumnya 12,65%.
  6. India: data produksi industri (Maret) proyeksi 3%, sebelumnya 5,2%

Jumat, 1 Mei 2026

  1. Indonesia: pasar libur Hari Buruh
  2. Jepang: data inflasi (April) proyeksi 1,8%, sebelumnya 1,7%
  3. Korea Selatan: data ekspor (April) proyeksi 54%, sebelumnya 49,2%.


Previous Post

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

Next Post

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Related Posts

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil
BUMN

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Juli 21, 2026
118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor
Ekonomi

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Juli 18, 2026
BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved