
JAKARTA – Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Film “Pesta Babi”. Acara ini diadakan sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
Hadir sebagai pemantik diskusi, Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Jakarta Utara, Oloan Gani. Ia menegaskan bahwa pemuda muslim harus mengambil peran aktif dalam mengawal isu-isu krusial di tengah masyarakat. Film “Pesta Babi” ini dinilai menjadi refleksi penting mengenai realitas ketimpangan dan eksploitasi alam Papua yang terjadi hari ini.
“Sebagai pemuda muslim, kita tidak boleh menutup mata terhadap ketidakadilan dan kerusakan yang ada di sekitar kita termasuk yang ada di Papua saat ini. Diskusi ini adalah pemantik awal agar kader-kader Pemuda Muslimin Jakarta Utara semakin kritis, peka, dan mampu menawarkan solusi konkret bagi kemaslahatan umat dan bangsa,” ujar Oloan Gani dalam pemaparannya.
Untuk membedah aspek lingkungan dan struktural dari isu tersebut, acara ini juga menghadirkan Sandi Saputra Pulungan dari Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI Nasional) selaku narasumber utama. Dalam sesinya, Sandi mengupas tuntas keterkaitan antara narasi dalam film dengan fakta-fakta krisis ekologis yang saat ini sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
“Film ini menggambarkan dengan gamblang bagaimana keserakahan dan kebijakan yang tidak berpihak pada lingkungan hidup dapat menghancurkan ruang hidup masyarakat adat dan lokal. Pemuda memiliki daya tekan yang kuat untuk mendorong perubahan kebijakan agar lebih berkeadilan ekologis,” tegas Sandi Saputra Pulungan.
Kegiatan nobar dan diskusi yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh puluhan kader Pemuda Muslimin Jakarta Utara, aktivis mahasiswa, serta elemen masyarakat sipil. Melalui forum ini, Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Jakarta Utara berkomitmen untuk terus konsisten mengawal isu-isu lingkungan hidup, hak asasi manusia, dan keadilan sosial melalui berbagai gerakan literasi dan aksi nyata ke depan.