Jakarta, 4 Agustus 2026 – Pengamat politik Rocky Gerung memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan besar-besaran (reshuffle) Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Menurutnya, evaluasi terhadap jajaran menteri menjadi semakin mendesak menyusul menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan .
Prediksi tersebut disampaikan Rocky setelah menyoroti hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan kepuasan masyarakat dari 81 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. SMRC menyebut penurunan itu berkaitan dengan memburuknya persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum .
Rocky memperkirakan proses perombakan akan dimulai pada pekan depan dan dilakukan secara bertahap hingga Oktober 2026. “Saya kira minggu depan bakal ada overhaul habis-habisan. Ada pembersihan yang lebih radikal, tapi mungkin dicicil sampai Oktober,” ujarnya dalam siniar Hendri Satrio di YouTube, Jumat (31/7/2026). Ia menegaskan bahwa prediksi tersebut murni analisis pribadi, bukan berdasarkan informasi dari pihak dalam pemerintahan .
Menurut Rocky, Presiden Prabowo menghadapi beban serius dari menteri-menteri yang berasal dari partai koalisi namun dinilai tidak mampu memenuhi ekspektasi. “Kalau sudah 2 tahun, kapasitas dari mereka yang bikin perjanjian tidak memungkinkan presiden tampil secara efektif, ya mesti dibongkar perjanjian itu,” tegasnya. Ia menilai perjanjian politik tidak boleh menjadi penghambat efektivitas pemerintahan .
Rocky juga menepis anggapan bahwa Prabowo akan ragu mengganti pejabat penting seperti Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, hingga jajaran kejaksaan. “Tidak mungkin dia takut. Dia presiden, kok. Jadi, kalau dikatakan takut, artinya ada perjanjian yang mesti dia hormati. Tapi sekali lagi, perjanjian politik itu tidak boleh permanen,” ujarnya .
Ia menyebut Prabowo dapat bertahan hingga akhir masa jabatan pada 2029 apabila melakukan perubahan besar di internal kabinet. “Dia pasti sampai kalau dia lakukan radical break. Ganti semua. Kalau enggak diganti, minggu depan juga enggak sampai,” ujarnya .
Rocky juga menyentil bahwa penurunan elektabilitas Prabowo menjadi sinyal penting bagi pemerintah. Ia menyebut kemarahan mahasiswa yang belakangan muncul sebagai respons atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Menurutnya, evaluasi kabinet bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah yang perlu dipertimbangkan untuk mengembalikan kepercayaan publik .
Di sisi lain, pemerintah membantah adanya pembahasan reshuffle dalam waktu dekat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini belum ada agenda resmi terkait perombakan kabinet. “Kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” ujarnya .






