Jakarta, 4 Agustus 2026 – Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengaku frustrasi menghadapi kondisi keuangan sejumlah BUMN karya yang babak belur. Perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor konstruksi tercatat merugi puluhan triliun rupiah dan dibebani utang menggunung .
Dony mengungkapkan hal ini dalam kunjungannya di Batang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Ia menyebut bahwa upaya perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan lantaran masalah yang dihadapi sangat kompleks. “Memang butuh berkesinambungan. Energi kita juga terbatas. Selesai satu, masuk satu lagi,” ujarnya .
Empat emiten BUMN konstruksi yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tercatat membukukan kerugian hingga puluhan triliun rupiah sepanjang 2025 . Kondisi ini diperparah dengan banyaknya anak usaha yang juga terbebani utang.
“Baru masuk ke Pos, kondisinya begitu lagi. Baru masuk ke properti, saya juga frustrasi. Bayangkan, bagaimana tidak frustrasi? Kita lakukan repairment (perbaikan), aset tinggal Rp 7 triliun, sementara utangnya Rp 24 triliun. Mau diapakan?” beber Dony .
Sebagai contoh, PT PP Properti Tbk harus melakukan penurunan nilai aset (impairment) hampir Rp 13 triliun sebelum perusahaan dapat dipulihkan. Proses restrukturisasi juga melibatkan berbagai langkah korporasi, tidak cukup hanya dengan penyesuaian aset atau utang semata .
Di sisi lain, capaian transformasi Danantara mulai terlihat. Setelah satu tahun beroperasi, sejumlah BUMN mencatatkan peningkatan laba signifikan. PT Pertamina (Persero) mencatat laba melonjak 80% menjadi Rp24,9 triliun, sementara PT Pupuk Indonesia mencetak lompatan laba 202% menjadi Rp4,8 triliun .
Namun, INDEF menilai Danantara belum optimal karena terkendala tata kelola internal. Lembaga ini berpotensi mendorong ekonomi hingga 6% jika mampu mengelola aset Rp1.000 triliun secara efektif . Tantangan transparansi juga mengemuka, mengingat laporan keuangan tahunan Danantara hingga kini belum dipublikasikan .






