Jakarta, 9 Agustus 2026 – Proses pengisian jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif memasuki babak akhir. Presiden Prabowo Subianto telah memanggil sejumlah kandidat ke Istana Negara untuk berdiskusi mengenai arah kebijakan bank sentral ke depan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan hal tersebut, Sabtu (8/8/2026), bahwa calon Gubernur BI yang telah dipanggil antara lain adalah Destry Damayanti yang saat ini menjabat Pejabat Sementara Gubernur BI, serta mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad .
“Ada beberapa nama, banyak. Ada yang dipanggil untuk diajak diskusi arahnya bagaimana,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan .
📋 Daftar Nama yang Masuk Bursa Calon
Selain Destry Damayanti dan Muliaman Hadad, sejumlah nama lain juga turut masuk dalam bursa calon Gubernur BI :
· Muhamad Chatib Basri, Anggota Dewan Ekonomi Nasional dan mantan Menteri Keuangan.
· Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan saat ini.
· Thomas M. Djiwandono, Deputi Gubernur BI.
· Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur BI.
🏛️ Destry dan Muliaman Jadi Sorotan
Destry Damayanti menjadi kandidat dengan posisi yang kuat karena saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI sekaligus Deputi Gubernur Senior . Pengalamannya sebagai ekonom senior dan pemahamannya terhadap kebijakan moneter menjadi nilai tambah.
Sementara Muliaman D. Hadad memiliki rekam jejak panjang sebagai regulator dan ekonom. Ia pernah menjabat Ketua Dewan Komisioner OJK pertama pada 2012–2017, Deputi Gubernur BI, dan kini menjadi Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara .
⏳ Keputusan Akhir Segera Diumumkan
Istana memastikan bahwa Presiden Prabowo akan memutuskan calon Gubernur BI pada pekan ini. Nama terpilih kemudian akan diajukan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI sebelum ditetapkan secara resmi .
Hingga saat ini, Surat Presiden (Surpres) terkait pengajuan calon definitif Gubernur BI belum dikirimkan ke DPR karena proses seleksi masih berjalan . Destry Damayanti secara otomatis menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026 .






