Jakarta, 7 Agustus 2026 – Isu perombakan kabinet atau reshuffle yang dikabarkan akan terjadi setelah perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 mulai mendapat respons dari sejumlah petinggi partai politik. Mayoritas dari mereka mengaku belum menerima informasi resmi dan menegaskan bahwa keputusan bongkar pasang menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto .
Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay mengaku belum mendengar desas-desus rencana perombakan tersebut dan memastikan partainya saat ini hanya berfokus membantu jalannya roda pemerintahan. “Belum dengar. PAN konsisten bekerja membantu pemerintah. Soal reshuffle, itu hak prerogatif Presiden,” tegas Saleh .
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid atau Cak Udin menyerahkan sepenuhnya keputusan bongkar pasang formasi kabinet kepada Presiden Prabowo. “Ditunggu saja. Itu semua kewenangan Presiden, beliau pasti tahu apa yang terbaik untuk kabinetnya,” tutur Cak Udin .
Sementara itu, Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji kompak mengaku tidak mengetahui isu tersebut. “Tidak tau saya,” kata Sahroni singkat. “Saya belum dapat info,” timpal Sarmuji .
Muncul Nama Bahlil dan Zulhas
Isu reshuffle yang menguat menjelang 17 Agustus ini juga menyeret nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan sebagai dua menteri yang berpotensi terdepak. Keduanya merupakan ketua umum partai koalisi, sehingga perombakan berisiko memicu goncangan politik di internal koalisi .
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai keputusan menahan perombakan kabinet menjadi langkah strategis Prabowo mengingat beberapa posisi menteri yang disorot publik dijabat oleh pimpinan puncak partai politik koalisi. “Kalau hingga ulang tahun Indonesia, tampaknya kecil kemungkinan Prabowo lakukan reshuffle. Sebab, Prabowo ingin menjaga kestabilan politik kabinetnya,” ujarnya .
Kabinet Bayangan: Bukti Gagal Bangun Kepercayaan
Menanggapi isu reshuffle, Sekretaris Kabinet Bayangan Feri Amsari menilai bahwa Kabinet Merah Putih yang selalu ditimpa isu perombakan menunjukkan bahwa kabinet tersebut telah gagal membangun kepercayaan publik. Menurutnya, kabinet yang terlalu gemuk dan tidak diisi oleh orang profesional di bidangnya menjadi penyebab utama .
“Terlalu besar badan kabinet akan menimbulkan keraguan kepada siapa pertanggungjawabannya,” ujar Feri. Ia juga menantang Prabowo untuk bisa menciptakan kabinet yang ramping dan diisi orang profesional seperti Kabinet Bayangan yang hanya memiliki 15 pos kementerian .
Istana: Belum Ada Rencana Reshuffle
Meski isu perombakan menguat, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Ia membantah isu tersebut dan memastikan Presiden Prabowo masih fokus menjalankan program kerja dan agenda pemerintahan .
“Tidak ada isu reshuffle lah itu. Tidak ada, belum ada,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026) .






