Jakarta, 1 September 2026 – Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, akhirnya buka suara untuk pertama kalinya usai mengundurkan diri pada 25 Juli lalu. Dalam pernyataan tertulisnya, ia menyampaikan selamat dan pesan khusus kepada pimpinan baru BI yang telah disahkan oleh DPR.
“Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah gejolak global yang masih berlanjut,” ujar Perry.
Pengunduran diri Perry dilakukan secara sukarela karena alasan pribadi . Ia mengakhiri masa baktinya sebagai Gubernur BI setelah 8 tahun memimpin dan total 42 tahun mengabdi di bank sentral . Selama karirnya, ia dikenal sebagai penggagas QRIS dan pendorong kebijakan pro stabilitas serta pro pertumbuhan.
Perry juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama menjalankan tugas di BI. “Semoga Tuhan YME senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan bagi Bank Indonesia dalam menjalankan mandatnya bagi kemajuan perekonomian nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Komisi XI DPR telah menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026-2031, bersama Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Destry yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior, langsung ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara setelah Perry mengundurkan diri.
Destry menyatakan akan melanjutkan kebijakan yang telah berjalan baik namun tetap menyesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi. Ia menegaskan stabilitas nilai tukar dan inflasi akan menjadi prioritas utama di tengah tingginya ketidakpastian global. Ketiga pimpinan BI baru ini dijadwalkan dilantik di Mahkamah Agung pada Rabu (2/9).






