Jakarta, 29 Agustus 2026 – Pemerintah membuka peluang untuk menurunkan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027, dari semula sebesar Rp240,2 triliun dalam Rancangan APBN 2027 .
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, peluang penurunan anggaran tersebut berasal dari efisiensi yang dilakukan BGN pada tahun ini. “Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan, yang membuat nanti anggarannya nggak sebesar yang dianggarkan, yang dipakai nanti,” kata Purbaya usai bertemu Kepala BGN Sudaryono di Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026) .
Menurut Purbaya, efisiensi yang dilakukan sepanjang 2026 akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan anggaran MBG 2027. Ia juga memperkirakan kebutuhan anggaran tahun depan dapat lebih rendah dibandingkan angka yang telah dialokasikan dalam RAPBN 2027 .
Namun, Purbaya belum menyebutkan besaran potensi penghematan tersebut, dan meminta angka tersebut dikonfirmasi langsung kepada BGN karena proses penghitungannya masih berlangsung .
Penyisiran Data Penerima dan Dapur MBG
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa penajaman penerima manfaat menjadi salah satu arah kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan MBG 2027. BGN telah menemukan sekitar 6 juta penerima manfaat yang tercatat ganda .
Ia mencontohkan siswa yang terdaftar di pesantren sekaligus tercatat sebagai siswa SMP. Data tersebut kemudian disisir untuk menghindari penghitungan penerima yang sama lebih dari sekali .
Selain data penerima, BGN menemukan persoalan dalam penyaluran anggaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebanyak 414 dapur disebut telah menerima dana meski belum beroperasi. BGN kemudian menarik kembali dana tersebut dan mengembalikannya ke kas negara sebesar Rp311 miliar .
BGN juga telah mengeluarkan sekitar 80 sekolah swasta elite dari daftar penerima, termasuk SMA Taruna Nusantara dan Kemala Bhayangkari yang dinilai tidak membutuhkan MBG .
Rincian Anggaran MBG 2027
Dalam RAPBN 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,8 triliun. Dari jumlah tersebut, MBG melalui BGN direncanakan mendapat Rp240,2 triliun .
Anggaran tersebut lebih rendah dibandingkan alokasi MBG pada 2026 yang mencapai Rp268 triliun. Target penerima manfaat juga turun dari 82,9 juta orang pada 2026 menjadi 72,1 juta orang pada 2027 .
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan sekitar 97 persen dari anggaran MBG 2027 digunakan untuk program makan, sedangkan sekitar 3 persen dialokasikan untuk operasional BGN, termasuk gaji lebih dari 30 ribu pegawai .
Efisiensi dan Realokasi Anggaran
Meski efisiensi dilakukan, Purbaya memastikan rencana pembukaan dapur MBG baru tetap berjalan. Namun, BGN juga berencana menutup sejumlah dapur yang dinilai tidak sesuai dengan desain program .
Terdapat juga rencana perubahan skema insentif bagi pengelola dapur MBG. Purbaya mengatakan terdapat mekanisme realokasi anggaran antarpos untuk membiayai kebutuhan tertentu BGN .
“Dia bilang akan ada realokasi dari satu pos ke pos itu. Dananya boleh dipakai,” kata Purbaya .
Pemerintah menyebut kebijakan MBG 2027 akan diarahkan pada perbaikan tata kelola, penataan seluruh SPPG, serta refocusing penerima manfaat .






