Penyiksaan dan diskrinimasi yang dilakukan masyarakat beragama mayoritas Budha terhadap umat muslim di Rohingya, Myamnar membuat pengamanan pelaksanaan perayaan hari raya Waisak tahun ini dijaga ketat aparat keamanan. Hari ini umat Budha di seluruh dunia merayakan hari raya Waisak 2559.
Meski Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim, hingga saat ini belum ada berita perlakuan serupa terhadap umat Budha di dalam negeri. Indonesia merupakan negara multietnis yang sangat menjunjung tinggi hak hidup manusia, kesetaraan, dan tenggang rasa dalam berinteraksi. Namun, ada oknum-oknum yang terkadang ingin menimbulkan kekacauan, kerusuhan, bahkan memicu konflik horizontal di sini.
Upaya menjaga kenyamanan umat Budha dalam merayakan Waisak, Satuan Gegana Korps Brimob Polri menyisir beberapa Wihara di Jakarta. Penyisiran ini dilakukan sebagai langkah sterilisasi agar umat Budha bisa beribadah dengan rasa aman. “Kita upayakan pengamanan penuh sepanjang saudara-saudara kita ini beribadah,” jelas Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Rudy Heriyanto Adi Nugroho.
Polda Metro Jaya sendiri menyiapkan 3 SSK (Satuan Setara Kompi) dari Satuan Sabhara, Intelkam, Brimob dan Lantas untuk menjaga kekhusukan sekitar 10 ribu umat Budha yang akan beribadah di Wihara-wihara di Jakarta hari ini. “Untuk vihara besar kita berikan pengamanan yang ekstra karena diperkirakan pengunjungnya juga banyak. Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan panitia di tempat peribadatan untuk menyisir vihara agar terhindar dari gangguan serta ancaman kamtibmas,” terang Iqbal.
Ancaman Perayaan Hari Raya Waisak
Razia senjata tajam, senjata api, bahan peledak, narkotika dan barang berbahaya juga akan digelar di beberapa titik rawan kejahatan di Ibukota selama perayaan hari raya Waisak.
Ancaman terhadap umat Budha menjelang perayaan hari raya Waisak sebenarnya beredar di media sosial. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Buddhayana Indonesia, Henry Gunawan, minggu lalu mengatakan, di media sosial seperti Facebook dan Twitter, banyak ancaman untuk biksu yang dituduh menentang pendukung pengungsi Rohingya di Indonesia. Ancaman tersebut memprovokasi netizen untuk tidak tinggal diam membiarkan para biksu merayakan Waisak, terutama di kawasan candi Borobudur.
Henry sendiri mengatakan, pihak umat Budha di Indonesia berkeyakinan konflik yang terjadi di Rohingya bukan persoalan agama, dan pihaknya juga menyalurkan bantuan kepada para pengungsi di Aceh. “Kami memberikan bantuan. Perwakilan kami di daerah ikut bergerak membantu dan berkoordinasi dengan pengurus pengungsian,” katanya seperti dilansir laman CNN.


