Pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi JK baru berjalan setengah tahun lebih, tapi Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memiliki rencana dan agenda strategis untuk menyukseskan perolehan suara partai mereka di pemilu selanjutnya, tahun 2019.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP PAN, Soetrisno Bachir mengatakan PAN akan fokus memperkuat basis karena pemilu 2019 nanti pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan dilaksanakan serentak. “Karena, partai yang mengusung tidak harus memiliki 20 persen kursi DPR, tapi nol persen pun bisa,” kata pria yang pernah menjabat sebagai ketua umum PAN ini di Jambi akhir bulan kemarin.
Dalam acara pembukaan Muswil PAN Jambi itu, Soetrisno juga menyampaikan partainya harus bersiap menghadapi persaingan yang lebih ketat di pemilu 2019 serentak, karena partai-partai baru pasti akan bermunculan. Dua partai yang disebut Soetrisno adalah Perindo (Persatuan Indonesia) yang dipimpin Harry Tanoe, dan partai bentukan Tommy Soeharto. Menurutnya, partai-partai baru sudah mempersiapkan strategi pemenangan dan basis massa sejak sekarang.
Partai Baru di Pemilu 2019 Serentak
Perkiraan tokoh yang mendukung Zulkifli Hasan saat kongres PAN ini, akan muncul sekitar tiga sampai empat partai baru dan ikut kompetisi dalam pemilihan umum 2019. “Jadi akan ada 14 partai yang bisa mengusung,” jelasnya. Ketatnya persaingan politik tahun 2019 juga disebabkan bolehnya partai-partai baru ini mengusung calon presidennya sendiri.
“Jadi kader PAN harus merespons, karena bukan hal biasa yang terjadi. Karena ini kerja baru bukan kerja yang biasa-biasa. Bisa tercapai kalau kerjanya baik,” tutur Soetrisno pada saat itu. Ia juga mengatakan, kemungkinan PAN mencalonkan presiden sangat terbuka besar, karena tidak ada lagi batas perolehan suara tersebut.
Pendiri PAN itu mengajak seluruh kader untuk bekerja keras jika ingin memperoleh suara yang tinggi pada pemilu 2019 serentak nanti. Kader-kader PAN menurutnya harus peka terhadap situasi politik nasional sehingga berbuah keberhasilan. Soetrisno yakin pemilu 2019 serentak mendatang partainya akan memperoleh suara lebih dari 10 persen, dan menjadi partai pemenang di Indonesia.
“Kalau jumlahnya 75-77 PAN bisa menjadi partai terbesar kedua. Sehingga menggeser jumlah partai yang masuk parlemen. Insya Allah PAN jadi partai besar,” tegasnya.






