Menteri Pemuda dan Olahraga yang akan menuntut AFC karena tidak diizinkannya Persipura Batal melakukan laga 16 besar melawan Pahang FC nampaknya tidak akan diikuti oleh Persipura.
“Mungkin Menpora lupa ingatan alias gendheng. Memang Persipura sama dengan dia ikut-ikutanan gendheng dan mau tuntut AFC,” kata ketua Harian Persipura La Siya.
La Siya mengatakan, sudah jelas Persipura tersingkir dari Piala AFC di babak 16 besar akibat ulah Menpora yang menerbitkan SK Pembekuan terhadap PSSI. Diperparah lagi akibat diterbitkannya SK Menpora itu FIFA suspend Indonesia.
“Persipura tahu dan taat aturan dan tidak mau diperalat Menpora, yg harus dituntut Persipura bukan AFC tapi Menpora dan BOPI yang harus bertang gung jawab atas batal ber tandingnya Persipura di AFC Cup,” tegasnya.
Ditambahkan La Siya, kalau memang Menpora memiliki itikad baik dan mau membantu Persipura Batal tanding dan mengakhiri kemelut sepakbola Indonesia. Termasuk memperjuangkan Persipura untuk bisa kembali berkiprah di AFC Cup. “Satu-satunya cara, sekali lagi satu-satunya cara adalah Cabut SK Pembekuan PSSI,” tegas La Siya.
Persipura Bubar Karena Menpora
Kali ini giliran tim raksasa Persipura Jayapura yang resmi dibubarkan. Persipura sebenarnya sudah mencoba melobi para sponsor. Sayangnya, hingga kini langkah itu belum membuahkan hasil.
“Hari ini, jam ini dan detik ini, Persipura Jayapura dibubarkan,” kata Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano dalam sesi konferensi pers di Jayapura seperti dilansir Antara, Jumat (5/6).
Hal itu membuat para pemain bakal menjadi pengangguran. Sebab, kontrak mereka bersama tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut resmi diputus di tengah jalan. “Semua pemain putus kontrak. Tim kembali jika sanksi PSSI dicabut Menpora dan BOPI,” tambah Benhur.
Benhur menambahkan, hingga kini pihaknya belum mengetahui jadwal pembentukan tim lagi.”Kami sudah bicara dengan para sponsor soal keadaan sepak bola. Namun sponsor belum berikan jawaban. Kalau mereka kasih jawaban tetap membiyai maka kami bisa berikan gaji pemain dan lainnya,” kata sang manajer Rudi Maswi.
( Baca : Persipura ke Menpora, Imam Nahrawi Malah Bersembunyi Di Bali )


